gambar Promosi
SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
BREAKING NEWS

Ayam Kampung Pedagang Pasar Pada Kerap Dicuri, Bupati Lembata Siapkan Evaluasi Pengamanan Malam

LEWOLEBA, Wartapers.com — Aksi pencurian ayam kampung pada malam hari meresahkan pedagang unggas di Pasar Pada, Lewoleba, Kabupaten Lembata. Selain kehilangan ternak, para pedagang juga menghadapi persoalan kesehatan ayam, keterbatasan pakan dan obat-obatan, serta minimnya fasilitas keamanan dan pendukung aktivitas perdagangan.

Keluhan tersebut terungkap ketika Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim kesehatan hewan turun langsung meninjau aktivitas perdagangan unggas di Pasar Pada, Rabu, 4 November 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Ade Hasan Yusuf, Plt. Kepala Dinas Sosial P2KB Paulus Maran, Sekretaris Dinas Koperindag Antonius Buga Lianurat, Kabag Protokol Fransiskus Paji Da Silva, sejumlah kepala bidang Dinas Koperindag, serta dokter hewan Yeni Sogen bersama tim Poskeswan.

Para pedagang, yang sebagian besar berasal dari wilayah Kedang, menyampaikan sejumlah persoalan, termasuk pencurian ayam pada malam hari yang mengancam keamanan dan keberlangsungan usaha mereka. Mereka berharap pemerintah memperhatikan sistem pengamanan pasar agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Selain persoalan kriminalitas, pedagang mengeluhkan belum tersedianya kandang karantina, keterbatasan pakan dan obat-obatan, fasilitas tempat makan dan minum unggas, akses kamar mandi, serta kondisi jalan masuk yang menyulitkan proses bongkar muat.

Bupati Kanis Tuaq meminta OPD teknis menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut. Ia menginstruksikan Dinas Koperindag membuka akses kamar mandi di sisi timur pasar serta mengupayakan jalan masuk untuk memperlancar distribusi dan bongkar muat unggas.

Sementara itu, usulan pengamanan malam untuk mencegah pencurian ayam akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah daerah.

Bupati juga mendorong pedagang membentuk kelompok usaha agar lebih mudah mengakses program bantuan pemerintah. Ia menyatakan pemerintah akan mengintervensi pengadaan fasilitas tempat makan dan minum unggas yang lebih layak.

"Pemerintah akan mengintervensi pengadaan tempat makan dan tempat minum yang lebih baik," kata Bupati Kanis.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menemukan sejumlah ayam memperlihatkan gejala sakit. Ia memberikan vitamin dan pakan sekaligus meminta petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan secara rutin setiap bulan.

Dokter hewan Yeni Sogen mengingatkan pedagang agar memperhatikan masa henti obat (withdrawal time). Ayam yang telah mendapat pengobatan antibiotik tidak boleh langsung dijual atau dikonsumsi sebelum melewati masa henti obat selama tujuh hari, guna memastikan residu obat tidak membahayakan konsumen.

Salah seorang pedagang, Ande Wutun, mengapresiasi perhatian Bupati yang turun langsung mendengarkan keluhan mereka. Namun, ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peninjauan, melainkan ditindaklanjuti dengan bantuan nyata berupa obat-obatan dan pakan ternak.

Bagi para pedagang, keamanan malam bukan sekadar persoalan kenyamanan pasar, melainkan perlindungan terhadap modal usaha dan sumber penghidupan keluarga.


Pewarta: Sultan

Editor : Redaksi 

BERITA NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image