Mutu Material dan Transparansi Dipertanyakan, Proyek Pagar SDN Aeng Sareh III Berpotensi Menyimpang
SAMPANG, wartapers.com - Pembangunan sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Sampang diduga ada penyimpangan dan mendapat sorotan publik.
Konstruksi proyek pagar sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) III Aeng Sareh, Kecamatan Sampang, disinyalir dikerjakan secara asal-asalan serta mengabaikan prinsip transparansi publik, Sabtu 17/10/2026.
Berdasarkan hasil investigasi dan pantauan media ini di lokasi, tidak ditemukan adanya papan informasi proyek yang seharusnya terpasang di area pengerjaan.
Ketiadaan papan nama tersebut membuat masyarakat sekitar maupun wali murid kesulitan untuk mengetahui besaran anggaran, sumber dana, masa pelaksanaan, hingga kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Selain masalah transparansi, kualitas fisik material dan teknik pengerjaan di lapangan juga menuai keluhan.
Penggunaan material besi yang diduga tak sesuai ukuran standar, jarak antar-kolom besi yang terlalu renggang, hingga penggunaan batu sirtu (pasir batu) pada bagian struktur pondasi dinilai sangat meragukan dan diduga kuat menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Salah seorang warga setempat yang melintas di lokasi pengerjaan mengungkapkan kekecewaannya terhadap mutu material pondasi tersebut. Ia menegaskan bahwa batu yang digunakan bukanlah batu gunung standar konstruksi, melainkan batu sirtu yang rentan rapuh, serta teknik pemasangannya terkesan asal-asalan karena semen hanya digunakan untuk menutupi celah luar.
Potret ini cukup memicu keprihatinan masyarakat akan ketahanan fisik bangunan dalam jangan panjang, proyek pagar sekolah ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan para siswa jika runtuh di kemudian hari.
Melihat kondisi yang cukup intens, dinas terkait dan aparat pengawas internal pemerintah diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi, verifikasi fisik, serta uji petik spesifikasi bangunan.
Sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan berita, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak yang disebut Danang, Namun saat media ini mencoba konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Danang membantah atas kepemilikan proyek tersebut.
" Bukan punya saya, Tapi kalau bahan beli ke saya dan yang beli bahan itu Doni " Kilah Danang.
Selain membantah, ia juga menyebut nama Doni yang ikut terseret dalam pekerjaan proyeksi itu. Saat ditanyakan siapa Doni , danang mengatakan Doni yang terlibat dalam pengadaan material konstruksi.
" Ouwww...Begini, kebetulan pada waktu Doni pesan bahan material ke sy waktu itu utk batu klettak yg bagus GK ada cuma adanya batu yg biasa tp bukan batu sirtu yg gilingan itu, Sdh sy Carikan utk batu klettak waktu GK ada sampai sy Carikan ke Utara GK ada juga " tambah Danang, Sabtu 17/10/2026.
Media ini mencoba hubungi orang yang terlibat dalam proyek tersebut , saat mencoba klarifikasi terkait kepemilikan proyek pagar sekolah, yakni Doni, ia mengaku jika proyek tersebut adalah miliknya.
Disinggung terkait dugaan material yang bermutu rendah, Doni membantah atas tudingan tersebut, namun fakta dilapangan, pasir dan batu yang digunakan bukan pasir serta batu gunung asli tetapi batu sirtu dengan warna kuning.
" ia mas, Iya batunya batu gunung mas dan pasirnya pasir Jawa bukan pasir putih" kilah Doni dengan nada yang terkesan mencari pembenaran, Sabtu 17/10/2026.
M45 Br4y
