gambar Promosi
SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
BREAKING NEWS

Literasi Merosot 23 Persen, SDK 1 Santo Tarsisius Bangun Taman Baca untuk Menghidupkan Cinta Buku

LEWOLEBA — Wartapers.com -  Penurunan capaian literasi sebesar 23 persen pada 2024 menjadi alarm bagi SDK 1 Santo Tarsisius Lewoleba untuk membangkitkan kembali budaya membaca di kalangan peserta didik. Sebab, rendahnya literasi bukan sekadar persoalan kurang membaca, melainkan dapat menghambat kemampuan anak memahami informasi, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan daya pikir kritis.

Menjawab tantangan itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, mendorong taman baca menjadi ruang belajar yang menyenangkan agar anak-anak mencintai buku tanpa paksaan.

Saat membuka kegiatan Bulan Bahasa sekaligus meluncurkan Taman Baca SDK 1 Santo Tarsisius, Senin, 26 Oktober 2026, Anselmus menegaskan bahwa membangun budaya literasi tidak cukup dengan menyediakan buku dan rak bacaan. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang menarik agar membaca tumbuh sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban.

“Taman baca kita gagas agar ada nilai hiburan di dalamnya, sehingga anak-anak menikmati kegiatan membaca. Jangan sampai mereka membaca hanya karena dipaksa masuk ke dalam ruangan,” kata Anselmus.

Menurut dia, taman baca merupakan inovasi layanan literasi yang memadukan aktivitas membaca dengan lingkungan belajar yang ramah anak. Pendekatan ini diharapkan membangun motivasi intrinsik, yakni dorongan dari dalam diri anak untuk membaca secara sukarela.

Anselmus mengapresiasi inisiatif sekolah tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan literasi tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada konsistensi pendampingan guru dan orang tua. Ia meminta orang tua mengawasi penggunaan telepon genggam dan akses anak terhadap konten digital agar teknologi mendukung pembelajaran, bukan menghambat konsentrasi dan pembentukan karakter.

“Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan hanya bangga ketika anak berprestasi, tetapi ketika mereka mengalami kesulitan, seluruh tanggung jawab diserahkan kepada sekolah,” ujarnya.

Kepala SDK 1 Santo Tarsisius Lewoleba, Sr. Yustina Ngatini, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa pembangunan taman baca berangkat dari hasil evaluasi rapor mutu pendidikan yang menunjukkan penurunan capaian literasi sekolah sebesar 23 persen pada 2024.

Taman baca kemudian dirancang sebagai ruang terbuka yang menarik, dilengkapi pondok baca dan sarana pendukung numerasi. Menurut Yustina, kehadiran fasilitas tersebut mulai mendapat respons positif. Peserta didik antusias berkunjung, membaca, dan memanfaatkan ruang itu untuk belajar.

Sekolah juga melibatkan keluarga melalui program GEROBAK (Gerakan Orang Tua Membacakan Buku). Orang tua diharapkan hadir setiap Sabtu keempat untuk membacakan buku selama 15–30 menit. Selain menumbuhkan kebiasaan membaca, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi orang tua mendampingi anak memahami kosakata dan isi bacaan.

Ketua Yayasan Maria Bintang Samudra, Sr. Goreti, CB, mengapresiasi partisipasi guru, orang tua, dan sponsor yang bergotong royong mewujudkan taman baca tersebut. Ia berharap fasilitas itu dimanfaatkan secara optimal untuk membaca, belajar, dan memperluas wawasan peserta didik.

Peluncuran taman baca dirangkaikan dengan kegiatan Bulan Bahasa bertema “Cinta Bahasa, Bangun Karakter, Cerdas Berbudaya”. Ketua panitia, Agnes Verawati Peni Atawatung, S.Pd., Gr., mengatakan kegiatan berlangsung selama dua hari dengan berbagai perlombaan, meliputi membaca nyaring, mendikte, membaca puisi, pidato, menulis indah, storytelling, dan debat antarkelas.

Perwakilan orang tua, Indah Purnama Dewi, mengapresiasi kegiatan tersebut karena menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri. Ia berharap penguatan akademik berjalan seiring dengan pembentukan karakter yang jujur, berintegritas, dan menghormati sesama.

Peluncuran taman baca ditandai dengan penandatanganan prasasti. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan PT Paka Jaya Mandiri, Stefanus Ampu, unsur yayasan, guru, orang tua, serta 176 peserta didik.

Melalui taman baca dan keterlibatan keluarga, SDK 1 Santo Tarsisius berupaya membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat daya pikir kritis, memperluas wawasan, dan menumbuhkan karakter peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. 


Pewarta :  sabatani

Editor: redaksi 

BERITA NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image