Ketua Forum Pemuda Bangkalan Soroti Pelantikan 16 Kapus, Minta Dinkes Buka Transparansi Sertifikasi
BANGKALAN || Wartapers.com –Pelantikan 16 Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Bangkalan terus menuai sorotan. Setelah Dinas Kesehatan memberikan klarifikasi, kini giliran Ketua Forum Pemuda Bangkalan (FPB) yang angkat bicara.
Ketua FPB menilai, isu terkait legalitas kompetensi dan belum adanya sertifikat manajemen Puskesmas tidak bisa dianggap sepele, karena menyangkut mutu layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
"Kami dari Forum Pemuda Bangkalan mempertanyakan transparansi asesmen 16 Kapus ini. Permenkes jelas mewajibkan Kapus harus punya sertifikat manajemen Puskesmas. Kalau belum punya, atas dasar hukum apa tetap dilantik? Ini harus dibuka ke publik," tegas Ketua FPB, Selasa (9/10/2026).
Menurutnya, Dinkes tidak cukup hanya berlindung di balik Pertek BKN. Publik berhak tahu apakah 16 nama tersebut sudah 100% memenuhi syarat kompetensi manajerial dan klinis.
"Jangan sampai rotasi hanya jadi formalitas ganti orang, tapi kompetensi diabaikan. Kami khawatir pelayanan di Puskesmas seperti Blega, Arosbaya, Burneh justru turun, target stunting dan program Bangkalan Melayani tidak tercapai," ujarnya.
FPB mendesak tiga hal kepada Dinkes Bangkalan: yang pertama Dinkes membuka hasil asesmen dan status sertifikasi 16 Kapus secara transparan.
Kedua, Memberikan tenggat waktu tegas bagi Kapus yang belum bersertifikat untuk wajib diklat manajemen. Dan ketiga berani melakukan evaluasi ulang bahkan pencopotan jika dalam 3-6 bulan kinerjanya tidak kompeten.
"Kami mendukung penyegaran, tapi penyegaran harus dibarengi kompetensi. Kalau memang belum bersertifikat, beri deadline. Kalau tidak capai target perjanjian kinerja yang disebut Bu dr. Nunuk, ya harus dievaluasi ulang. Jangan pertahankan karena alasan tokoh masyarakat saja," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinkes Bangkalan melalui dr. Nunuk Kristiani, sebelumnya telah menyatakan 16 pelantikan sudah sesuai Pertek BKN dan sudah melalui proses Pinbud. Tim Ketau Forom Pemuda bangkalan."
Pewarta; HS
Editor; redaksi
