gambar Promosi
SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
BREAKING NEWS

Kepala Dinas Pendidikan Sampang Bungkam, Proyek Rehab SMPN 1 Pangarengan Senilai Rp399 Juta Jadi Atensi Publik

SAMPANG, wartapers.com  — Proyek rehabilitasi ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, Kamis 29/10/2026.

Proyek fisik bernilai ratusan juta rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 ini dinilai bermasalah, baik dari segi teknis pengerjaan maupun lemahnya transparansi serta konfirmasi dari instansi terkait.

​Berdasarkan papan informasi yang terpampang di lokasi, proyek rehabilitasi ruang kelas tersebut menelan anggaran sebesar Rp399.258.100. Adapun pengerjaan konstruksi dipercayakan kepada CV Bintang Kenari selaku penyedia jasa atau pihak kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab penuh atas realisasi fisik di lapangan.

​Hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh tim media di lokasi proyek pada Rabu ,21/10/2026 lalu, menemukan sejumlah dugaan kejanggalan serius.

Temuan tersebut meliputi proses pemasangan sebagian pilar yang dipersoalkan terkait teknik penggalian, hingga jarak besi tulangan kolom yang diduga kuat tidak sesuai dengan gambar teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

​Selain persoalan kualitas mutu konstruksi bangunan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek ini juga diabaikan. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa mengenakan perlengkapan alat pelindung diri (APD) keselamatan standar, yang jelas membahayakan keselamatan para pekerja itu sendiri.

​Saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi proyek, seorang pekerja bangunan mengaku bahwa dirinya hanya bertindak sebagai pelaksana di bawah perintah atasan.

“Kami hanya tukang, Mas. Bekerja sesuai perintah. Ini yang punya Ilham,” ujarnya singkat kepada wartawan Saat dikonfirmasi pekerjanya.

​Menanggapi temuan tersebut, Ilham selaku pihak yang disebut-sebut bertanggung jawab mengklaim bahwa perlengkapan K3 sebenarnya sudah disediakan di lokasi.

“Sudah ada itu, Mas. Mungkin lagi istirahat yang tidak pakai,” elaknya.

Namun, dalam keterangannya lebih lanjut, Ilham juga menyebutkan bahwa proyek tersebut merupakan milik seseorang berinisial H. Ab, dan ia mengaku hanya menjalankan instruksi dari atasannya.

​Gelombang spekulasi dan pertanyaan dari publik pun kian meluas menyusul berbagai kejanggalan yang ditemukan di lokasi pembangunan.

Menanggapi polemik ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, H. Noer Alam, saat dimintai keterangan resmi justru menunjukkan sikap irit bicara dan terkesan melempar tanggung jawab ke pejabat lain di lingkungannya.

 “Koordinasikan dengan Kabid SMP Pak Wahyudi, Mas. Saya lagi rapat di Surabaya,” ujar Noer Alam singkat melalui pesan seluler, Rabu 28/10/2026.

​Merasa belum mendapatkan jawaban yang tepat , media ini  mencoba menelusuri lebih lanjut dengan menghubungi nomor kontak resmi yang diarahkan, namun kembali menemui jalan buntu. Pihak yang dihubungi berdalih bahwa urusan proyek tersebut berada di luar kewenangannya.

“Mohon maaf, Mas, kebetulan bukan bidang kami,” balasnya.

Aksi saling lempar wewenang antarpejabat ini memicu dugaan kuat bahwa ada hal yang sengaja ditutupi terkait pengelolaan anggaran negara tersebut.

​Hingga berita ini rampung disusun dan diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang tetap memilih bungkam serta enggan memberikan klarifikasi resmi, media ini menunggu klarifikasi resmi dari pihak kontraktor CV Bintang Kenari dan instansi terkait.  

Publik dan lembaga pemerhati pembangunan mendesak agar instansi terkait, termasuk tim pengawas teknis, segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan transparansi, mengaudit kualitas pekerjaan, serta menindak tegas segala bentuk potensi penyimpangan anggaran di SMPN 1 Pangarengan tersebut.



M45 Br4y 

BERITA NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image