Ditengah Kesulitan Air Bersih, Warga Antusias Mendapatkan Bantuan dari Madas Sedarah
SAMPANG, wartapers.com — Kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau panjang menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan air bersih menjadi harapan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, mulai dari memasak hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Kondisi itu terlihat di Dusun Kayu Abu Daya, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, saat bantuan air bersih dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas Sedarah) Kabupaten Sampang tiba pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 15.27 WIB. Kedatangan mobil tangki air tersebut disambut antusias oleh warga setempat.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Sekretaris DPC Madas Sedarah Sampang, Abdul Holik Ali Hudi, bersama Panglima Madas Sedarah Sampang, Hairuddin, serta didampingi sejumlah anggota Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Madas Sedarah Banyuates.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial Madas Sedarah Sampang untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.
Sekretaris DPC Madas Sedarah Sampang, Abdul Holik Ali Hudi, mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat yang harus menghadapi keterbatasan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Terus terang, saya merasa prihatin melihat kondisi masyarakat yang begitu sulit mendapatkan air bersih. Saya menyaksikan langsung bagaimana bahagianya warga ketika bantuan air bersih tiba di Dusun Kayu Abu Daya. Dari situ kita bisa melihat betapa pentingnya air bersih bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Holik.
Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus upaya meringankan beban warga selama musim kemarau.
Holik menjelaskan, kegiatan distribusi air bersih telah berlangsung selama 12 hari. Hingga saat ini, sekitar 20 tangki air bersih telah disalurkan ke sejumlah desa yang membutuhkan. Pihaknya menargetkan sebanyak 50 tangki air bersih dapat didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.
“Alhamdulillah, selama 12 hari ini kami terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih. Sekitar 20 tangki telah kami distribusikan kepada masyarakat di berbagai desa. Target kami sebanyak 50 tangki air bersih dapat tersalurkan. Kami berharap bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga, meskipun kami menyadari bahwa persoalan ketersediaan air bersih masih membutuhkan perhatian bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut didukung oleh koordinasi pengurus DPC, DPAC, serta partisipasi para donatur. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, Holik juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Sampang atas dukungan berupa peminjaman mobil tangki yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Sampang atas dukungan dan fasilitas peminjaman mobil tangki air. Fasilitas tersebut sangat membantu kelancaran kegiatan sosial ini sehingga pendistribusian air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Selain kepada pemerintah daerah, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota DPC maupun DPAC Madas Sedarah, serta para donatur dari luar organisasi yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pengurus, anggota, dan para donatur yang telah membantu kegiatan ini. Semoga semangat kepedulian dan gotong royong terus terjaga sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” tambah Holik.
Sementara itu, Nuridah, salah seorang warga Dusun Kayu Abu Daya, Desa Lar Lar, menyampaikan rasa syukur atas bantuan air bersih yang diterima masyarakat.
“Banyak terima kasih, Pak, atas bantuan air bersih yang diberikan kepada kami. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini,” tutur Nuridah.
Bagi warga yang menghadapi keterbatasan air bersih, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Kehadiran Madas Sedarah di tengah masyarakat diharapkan mampu membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
Meski demikian, penyaluran bantuan sosial dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih. Perhatian pemerintah daerah, dukungan organisasi kemasyarakatan, partisipasi masyarakat, serta keterlibatan para donatur menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan akses air bersih.
Melalui kegiatan tersebut, DPC Madas Sedarah Sampang berharap semangat solidaritas dan gotong royong terus tumbuh, terutama dalam membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat musim kemarau berkepanjangan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan, setetes air bersih bukan sekadar kebutuhan, melainkan penopang kehidupan sehari-hari yang keberadaannya tidak boleh diabaikan.
Redaksi
