Momentum Hari Tani Nasional 2026, Aliansi Petani Luwu Timur Desak Reforma Agraria
Luwu Timur, wartapers.com - Memperingati Hari Tani Nasional ( HTN) , massa yang terdiri dari beberapa Aliansi Tani Luwu Timur lakukan aksi damai menuju Kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Luwu Timur.
Koalisi massa yang tergabung dari beberapa Aliansi Tani se Luwu timur juga membawa spanduk dan bendera organisasi, sebelum berkumpul di depan kompleks kantor Bupati dan DPRD, massa melakukan long march dari kawasan lapangan Pemkab lutim menuju gerbang utama kantor BUPATI rombongan massa tiba di lokasi sekitar pukul 11:15 WIB sambil meneriakkan yel-yel.
Sesampainya di lokasi, peserta kemudian membentuk barisan dan membentangkan berbagai atribut di sekitar titik lokasi.
Dalam penyampaian aspirasinya,massa menyoroti persoalan reforma agraria, mereka mendesak agar reforma agraria benar benar memberikan kepastian dan manfaat bagi masyarakat yang berkepentingan dengan tanah.
Massa menggelar aksi tersebut untuk mengawal pembahasan rancangan undang-undang (RUU) tentang pengaturan reforma agraria agar substansinya berpihak kepada kepentingan rakyat dan tidak menjadi instrumen yang melindungi pihak Korporasi.
Adam selaku ketua Aliansi Tani Luwu Timur menyatakan bahwasanya konflik agraria yang terjadi di Luwu Timur Masi terselubung kepentingan politik di dalamnya.
"Di sini saya titip pesan kepada lembaga lembaga agar menyelesaikan konflik agraria haruslah independen, tidak ada kepentingan politik apapun yang menunggangi hak hak tersebut"ujar Adam.
Adam juga menyinggung sejumlah konflik agraria yang menurutnya masih berlangsung hingga kini seperti di Loeha raya, Laoli, dan beberapa daerah yang ada di Luwu Timur.
"Kalau kita berbicara soal reforma agraria,reforma agraria itu tentu Kita berbicara soal distribusi tanah yang sampai hari ini masih sangat timpang pengesuaan pengesuaan tanah, contohnya di Loeha raya sudah 5 tahun terakhir konflik antara petani dan perusahaan sampai hari ini belum ada titik kejelasannya" lanjut Adam.
Adam menegaskan, mayoritas petani di Luwu Timur justru hanya mendapatkan intimidasi intimidasi dan tidak memiliki lahan yang layak.
Pewarta : sarfan
Editor: redaksi
