Angkatan XV UCB Kupang: 545 Lulusan Diwisuda, Kesiapan Kerja Jadi Perhatian
Kupang, Wartapers.com – Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Angkatan ke-XV Tahun 2026 di Hotel Harper Kupang, Rabu (23/9/2026). Sebanyak 545 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi resmi dilantik.
Wisuda tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan akademik para lulusan sekaligus momentum bagi UCB Kupang untuk terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia profesional di Nusa Tenggara Timur.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dewan Pembina Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Ir. Abraham Liyanto, perwakilan LLDIKTI, Adrianus Amheka, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, serta unsur Forkopimda NTT.
Perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), Adrianus Amheka, mengatakan lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki keahlian spesifik sesuai bidang keilmuan.
Menurut Adrianus, kompetensi yang diperoleh mahasiswa di bidang kesehatan, pendidikan, teknologi maupun profesi lainnya harus mampu diadaptasikan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia mengatakan kompetensi akademik tersebut perlu dikembangkan menjadi kompetensi sosial yang ditopang oleh empati, semangat gotong royong, kepedulian dan kemauan untuk membantu sesama.
“Kompetensi yang dimiliki harus mampu menjadi kompetensi sosial sehingga dapat memberikan manfaat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat,” kata Adrianus.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan wisuda merupakan fase baru dalam perjalanan kehidupan para lulusan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan tinggi justru akan semakin kompleks.
“Ini merupakan salah satu fase baru. Perjalanan ke depan masih panjang dan cukup berat. Jadi kebahagiaan ini jangan lama-lama karena Anda harus melangkah lagi,” ujar Johni.
Johni mengatakan dinamika global dan lokal membutuhkan sumber daya manusia dengan beragam kompetensi. Karena itu, para lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah maupun nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
“IPK yang tinggi belum menjamin seseorang bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Masih ada banyak hal yang harus diraih,” katanya.
Ia juga menyebutkan jumlah pencari kerja di NTT mencapai sekitar 98.000 orang, sehingga persaingan di dunia kerja membutuhkan kemampuan tambahan di luar kompetensi akademik.
Johni berpesan agar para lulusan terus meningkatkan kemampuan, mampu bekerja sama dengan orang lain, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Jadilah long life education. Terus belajar dan isi diri dengan pengetahuan yang terus berkembang,” pesannya.
Pewarta: unny
Editor: redaksi
