Pelaksanaan Proyek Rabat Beton di Sampang Semrawut, Aspek K3 di Abaikan

SAMPANG , wartapers.com — Pekerjaan proyek rabat beton di Jalan Salak, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, dikeluhkan warga. Selain persoalan pelaksanaan pekerjaan, warga juga menyoroti aspek keselamatan dan kesehatan  kerja (K3) yang dinilai belum diterapkan secara lengkap di lokasi.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan Rekonstruksi Jalan Lingkungan Paket I dengan lokasi Jl. Salak, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang. Proyek tercatat memiliki nilai kontrak sebesar Rp199.314.000, bersumber dari APBD Kabupaten Sampang Tahun 2026, dengan penyedia CV. Teratai Indah, Rabu 09/09/2026.

Informasi pada papan proyek juga mencantumkan tanggal kegiatan 20 Juli 2026, selain yang disoroti terkait K3, konstruksi perbaikan jalan kota ini juga menjadi perhatian publik perihal perencanaan dengan fakta dilapangan mengenai panjang. 

Lebih mengejutkan lagi,  warga setempat merasa kecewa ketika pelaksaaan tidak sesuai dengan perencaan awal, sedangkan fasilitas drainase dibongkar dan membiarkan material dilokasi berserakan, selain mengurangi volume panjang, proyek ini juga menjadi  catatan penting bagi pelaksana dan pengawas dalam menerapkan petunjuk teknis ( juknis ) pekerjaan agar tidak terkesan semrawut.

" ini di bongkar , dikurangi katanya ukurannya, proyek siapa ini, kok bisa " tanya warga saat melihat pengurangan tersebut, Selasa 08/09/2026.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa sebelumnya memang terdapat permintaan agar ruas jalan tersebut mendapatkan perbaikan. Bahkan, menurut warga, usulan perbaikan sempat dibicarakan dengan harapan kondisi jalan dapat diperbaiki meskipun kebutuhan pekerjaan di lapangan dinilai berpotensi melebihi anggaran yang tersedia.

Namun, dalam pelaksanaannya, warga justru mengeluhkan pekerjaan yang dinilai terkesan kurang rapi dan dilakukan secara sembrono.

“Memang sebelumnya ada permintaan agar jalan ini diperbaiki. Kami berharap pekerjaannya bagus dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain kualitas pekerjaan, perhatian warga juga tertuju pada keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari kondisi yang terlihat di lokasi, para pekerja disebut belum menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap.

Warga berharap pihak pelaksana maupun pemerintah daerah tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan proses pengerjaan memenuhi standar teknis serta memperhatikan keselamatan para pekerja dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.

“Jangan sampai karena mengejar cepat selesai, aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan justru diabaikan,” kata warga.

Sementara itu, penanggung jawab proyek saat dikonfirmasi terkait keluhan warga, pelaksanaan pekerjaan, serta penerapan K3 di lokasi, belum memberikan jawaban.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan dari pihak pelaksana CV Teratai Indah H. Hamden mengenai keluhan tersebut. Pihak terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar informasi mengenai pelaksanaan proyek rabat beton tersebut dapat diketahui secara terang dan berimbang.


M45 Br4y 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image