KSBSI Kolaka Ancam Aksi Jika Manager Mining PT ANTAM Terus Zalim Ke Pekerja Lokal

 

KOLAKA.WARTAPERS.COM - Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kolaka, Berti Layuk, angkat bicara terkait perlakuan salah satu Manager Mining PT Aneka Tambang Tbk (Antam) UPBN Pomalaa, Hilal, yang dinilai tidak peduli dengan kesejahteraan pekerja lokal.kamis 10/9/2026.

Berti menyebut Hilal mengambil keputusan yang merugikan pekerja hanya berdasarkan laporan sepihak dari pengawas tanpa terlebih dahulu memahami kondisi di lapangan.

Salah satu kasus yang disorot adalah pen-standby-an Rian, sebagai operator grader. 

Pekerja Diberhentikan Sementara, Alasan membangkang saat bekerja, Menurut informasi dari pengawasan PT Antam Kolaka, Rian di-standby-kan karena dinilai sering meninggalkan alat dan membangkang. 

Namun versi Rian berbeda. Ia mengaku meninggalkan alat karena kondisinya tidak layak operasional. AC unit tidak berfungsi, pintu grader rusak tidak bisa ditutup, dan debu masuk ke kabin saat operasional berjalan.

"Saya sudah minta ke pengawas user apakah boleh dilakukan penyiraman agar debu tidak masuk. Kalau tidak, kami makan debu, masker juga tidak dibagikan. Tapi keluhan itu tidak dipedulikan. Makanya saya tinggalkan alat," jelas Rian melalui Ketua KSBSI.

Laporan pengawas inilah yang kemudian menjadi dasar Manager Mining Hilal menjatuhkan sanksi kepada Rian.

KSBSI: Tunjukkan Bukti Tertulis Jika Ada Pelanggaran Berulang

Berti Layuk mengaku sudah berupaya melakukan komunikasi agar Rian diberi kesempatan kembali bekerja. 

"Kalau memang Hilal menganggap Rian melakukan pelanggaran berulang, tunjukkan kami bukti tertulisnya. Menurut pekerja, dia hanya pernah dapat 1 SP dan itu sudah lama," ujar Berti.

Ia juga meminta agar manajemen memberikan pembinaan terlebih dahulu. "Berikan kesempatan. 

Jika dalam prosesnya dia menunjukkan ketidakdisiplinan, baru berikan sanksi. Jangan langsung memutus," tegasnya.

Berti menyayangkan gaya kepemimpinan Hilal yang dinilai arogan. Ia mencontohkan, bukan hanya Rian. Ada juga pekerja lain bernama Anto yang memilih mengundurkan diri karena sikap pimpinan

"Harusnya sebagai user, Hilal memperhatikan pekerja. Lihat di Antam Konut. Mereka sangat memperhatikan hak-hak pekerja, bahkan soal makan dan minum. Saya tahu karena dulu saya Penanggung Jawab Operasional di sana. Saya dapat teguran, tapi saya salut karena mereka peduli pekerja, bukan hanya perusahaan mitra," ungkapnya.

Berti menegaskan, KSBSI masih mengupayakan solusi terbaik melalui jalur komunikasi. Namun jika tidak ada itikad baik, pihaknya tidak segan mengambil langkah lebih tegas.

"Jika Hilal sebagai pekerja dari luar Kolaka yang diberi mandat perusahaan tapi bersikap zalim kepada pekerja lokal, maka dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi unjuk rasa. Kami menolak ada pejabat yang datang ke daerah tapi menindas pekerja lokal," pungkas Berti.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Manager Mining PT Antam UPBN Pomalaa, Hilal, belum memberikan tanggapan terkait hal ini.


Pewarta: Asril wp

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image