Dari Ladang Jagung ke Generasi Sehat, Mahasiswa UTM Edukasi Anak Desa Socah tentang Pola Makan Sehat
BANGKALAN, Wartapers.com — Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat kepada anak-anak di Desa Socah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan mengangkat tema bahaya konsumsi makanan cepat saji (fast food) serta pemanfaatan jagung sebagai salah satu pangan lokal bergizi.
Kegiatan menyasar anak-anak jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Desa Socah. Edukasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar materi mengenai pentingnya memilih makanan sehat dapat lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai dampak konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan. Anak-anak juga diperkenalkan pada jagung sebagai bahan pangan lokal yang dapat menjadi salah satu alternatif makanan sehat.
Mahasiswa menjelaskan bahwa jagung memiliki sejumlah kandungan nutrisi, antara lain karbohidrat, serat, vitamin, serta berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Selain sebagai hasil pertanian, jagung juga dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan yang menarik bagi anak-anak.
Pemanfaatan jagung sebagai bagian dari materi edukasi dipilih karena Desa Socah memiliki potensi pangan lokal tersebut. Mahasiswa berupaya menghubungkan potensi yang tersedia di lingkungan desa dengan upaya membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM, yakni Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan IPA (PIPA).
Kolaborasi lintas program studi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan edukasi, khususnya dalam menyampaikan materi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak-anak.
Selain memberikan pengetahuan tentang gizi, mahasiswa juga mendorong anak-anak untuk mengenal dan menyukai pangan lokal. Menurut mahasiswa KKNT, makanan sehat tidak selalu harus mahal atau sulit diperoleh karena sejumlah bahan pangan bergizi dapat ditemukan di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa UTM berharap edukasi mengenai pola makan sehat dapat diterapkan tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi kebiasaan positif yang terus diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari ,(2/9/2026).
Kegiatan KKNT ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan, gizi, serta pemanfaatan potensi pangan lokal secara kreatif dan berkelanjutan.
Dari Desa Socah, mahasiswa UTM membawa pesan bahwa membangun generasi sehat dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan mengenalkan makanan bergizi yang berasal dari potensi pangan di lingkungan sekitar."
Pewarra:MK
Editor: redaksi
