Unggahan Story WhatsApp Oknum ASN Diduga Sindir Camat Pangarengan Terus Bergulir, Dimana Nyali BKPSDM Sampang
SAMPANG, wartapers.com – Sebuah unggahan story WhatsApp yang diduga dibuat oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sampang terus menjadi sorotan. Unggahan tersebut memuat sejumlah kalimat berbahasa Madura yang dinilai bernada sindiran dan diduga mengarah kepada Camat Pangarengan, Mohammad Junaidi.
Persoalan ini mencuat setelah Zainul Ghaffar, yang sebelumnya ditunjuk sebagai Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kecamatan Pangarengan, tiba-tiba mengundurkan diri. Pengunduran tersebut diduga berkaitan dengan ketidaksepahaman dengan Camat Pangarengan, salah satunya terkait persoalan dugaan pemungutan uang dari berbagai pihak di lingkungan kecamatan.
Salah satu unggahan berbunyi:
“Jek gitak taoh bidenah durin dângân kedongdong, lacek larjebeh kandenah etembeng lakonah. Bahaya neserah.”
Kalimat tersebut secara umum dimaknai sebagai sindiran terhadap seseorang yang dinilai lebih banyak berbicara daripada bekerja.
Unggahan lainnya berbunyi:
“Nikok mon badâ' gitak oning camat se cek ghetenah dele renyareh.”
Ungkapan tersebut secara bebas dapat dimaknai sebagai sindiran mengenai sosok seorang Camat.
Rangkaian unggahan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai batas etika ASN dalam menggunakan media sosial, terlebih apabila benar ditujukan kepada pejabat atau rekan kerja dalam lingkungan pemerintahan.
Sementara itu, Zainul Ghaffar, yang disebut sebagai pihak yang mengunggah story tersebut, saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media mengenai maksud unggahannya tidak memberikan respons maupun tanggapan.
Sikap tersebut membuat publik mempertanyakan konteks sebenarnya dari unggahan tersebut. Namun, tanpa klarifikasi dari pihak yang bersangkutan, maksud dan sasaran unggahan belum dapat dipastikan secara objektif.
Kini perhatian turut mengarah kepada BKPSDM Kabupaten Sampang. Publik mempertanyakan apakah lembaga tersebut akan melakukan klarifikasi untuk memastikan apakah unggahan tersebut berkaitan dengan persoalan kedinasan serta apakah terdapat dugaan pelanggaran disiplin atau etika ASN.
Di sisi lain, persoalan dugaan pemungutan uang dalam rangka kegiatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Pangarengan juga membutuhkan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Hal ini penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menjadi asumsi sepihak. Publik kini menunggu sikap BKPSDM Kabupaten Sampang.
M45 Br4y
