Tiga Dekade Mengabdi, Menyiapkan Generasi Berkarakter dan Berdampak

Kupang , Wartapers.com -  Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, dengan bacaan Alkitab dari Keluaran 33:7-23.

Dalam khotbahnya, Hendrik mengajak keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang menjadikan usia 30 tahun sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan masa lalu sekaligus menyusun harapan untuk masa depan. Ia juga mengingatkan para guru bahwa tugas mendidik tidak sebatas mentransfer ilmu pengetahuan.

Guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik yang datang dari latar belakang kehidupan dan karakter yang berbeda-beda.

Dalam ibadah syukur tersebut, keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang juga turut mendoakan masyarakat serta para korban yang terdampak bencana gempa bumi di Flores.

Kepala SMA Negeri 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau,mengatakan usia 30 tahun menunjukkan perjalanan panjang sekaligus kematangan sebuah institusi pendidikan.

Ia memberikan apresiasi kepada para guru, pendahulu dan seluruh pihak yang sejak awal ikut meletakkan dasar bagi perkembangan SMA Negeri 7 Kupang.

Menurutnya, perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan oleh generasi saat ini.

“Setiap masa ada pejuangnya dan setiap pejuang ada masanya. Setiap masa memiliki pejuang dan tantangan yang berbeda. Kami sebagai penerus tetap berjuang meneruskan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Kehadiran para alumni menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah. Mereka menjadi bukti bahwa proses pendidikan yang berlangsung di SMA Negeri 7 Kupang telah melahirkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan, berkarier dan mengambil peran dalam pembangunan.

Tidak hanya seni dan olahraga, kreativitas siswa juga terlihat melalui berbagai produk lokal hasil buah tangan mereka yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mendorong peserta didik agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan mengenal dunia kewirausahaan sejak berada di bangku sekolah.

Dengan OSOP TUNAVASI 7, kelas khusus hockey, pengembangan seni, budaya, olahraga dan kewirausahaan, SMA Negeri 7 Kupang ingin memastikan bahwa pendidikan tidak berhenti pada nilai di atas kertas mengukuhkan kelas khusus olahraga Hockey.

Salah satu momen paling bersejarah dalam perayaan ini adalah pengukuhan kembali tim Hockey SMAN 7 Kupang. Olahraga yang sempat populer di tahun 1980-an namun kemudian vakum, kini dihidupkan kembali dengan target besar: menyumbang atlet untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Kepala Sekolah SMAN 7 Kupang, Memvrid Boimau, mengungkapkan bahwa inisiatif ini bermula dari dukungan berbagai pihak, termasuk mantan kepala sekolah Frans Saleh, Henokh Bire, serta Ketua MKKS.

“Kami sudah memantapkan langkah dan sedang mempersiapkan atlet putra-putri terbaik dari SMAN 7 Kupang untuk PON 2028. Target kami, pada angkatan 2026 nanti, 50 persen atlet Hockey daerah akan berasal dari sekolah ini,” ujar Memvrid.

Ia menekankan bahwa SMAN 7 Kupang ingin menjadi sekolah yang berbeda, di mana siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keunggulan spesifik di bidang olahraga seperti Hockey.

Perayaan HUT ke-30 SMAN 7 Kupang ini dihadiri oleh para emeritus, purna bakti tenaga pendidik, Ketua Komite Sekolah, Kapolres Kupang Kota, Babinsa, Babinkamtibmas, serta para kepala SMA se-Kota Kupang. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan penuh terhadap transformasi SMAN 7 Kupang sebagai sekolah yang holistik, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat.


Pewarta:unny 

Editor:redaksi

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image