Proyek Jalan Rp174 Juta Dikerjakan CV Ayu Tirta, Kualitas dan Spek Dipertanyakan
SAMPANG, wartapers.com – Proyek rekonstruksi jalan lingkungan di Jalan Pramuka, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, yang dibiayai APBD Kabupaten Sampang Tahun Anggaran 2026, menuai sorotan.
Proyek yang masuk paket Rekonstruksi Jalan Lingkungan Paket I tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp174.345.000 dan disebut dikerjakan oleh CV Ayu Tirta.
Sorotan muncul setelah hasil pantauan di lokasi pada Minggu (9/8/2026) menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait.
Salah satunya adalah terlihatnya papan informasi proyek di paku disebuah pepohonan juga tidak nampak di pertengahan area lokasi sehingga sulit di jangkau. Padahal, informasi mengenai nama kegiatan, nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, dan waktu pekerjaan penting untuk memastikan transparansi proyek yang menggunakan uang negara.
Di lokasi juga terlihat adanya pengurukan menggunakan material pasir batu (sirtu) sebelum dilakukan pengecoran beton.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik: apakah ketebalan beton tetap memenuhi spesifikasi teknis setelah proses pengurukan dilakukan?
Ketua RT setempat menyebut ketebalan beton yang menjadi patokan pekerjaan 15 sentimeter. Sementara lebar jalan disebut bervariasi mengikuti kondisi lapangan, dengan rata-rata sekitar 3,3 meter dan beberapa titik hanya sekitar 2,8–2,9 meter.
Jika spesifikasi tersebut memang tercantum dalam dokumen kontrak, maka pengawasan terhadap volume, ketebalan, mutu beton dan panjang pekerjaan menjadi penting untuk memastikan pekerjaan benar-benar sesuai dengan perencanaan.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah penggunaan triplek bekas sebagai bekisting atau cetakan beton. Namun, karena proyek dibiayai APBD, masyarakat berhak mengetahui apakah penggunaan material tersebut sesuai dengan spesifikasi dan dokumen kontrak.
Saat dikonfirmasi mengenai penggunaan bekisting bekas, Ketua RT setempat memberikan jawaban melalui WhatsApp, Selasa (11/8/2026).
“Kalau bekisting bekas kenapa? Ya, semua sudah tertera di sana,” ujarnya.
Ketika media melakukan konfirmasi lebih lanjut, Ketua RT beberapa kali meminta wartawan datang langsung ke lokasi.
“Saya kan RT, jalannya tahu, airnya turun. Sampean ke sini saja, Mas,” katanya.
DPUPR Diminta Buka Dokumen Proyek sorotan terhadap proyek ini bukan semata soal penggunaan material, tetapi menyangkut kesesuaian antara anggaran, volume pekerjaan, spesifikasi teknis dan hasil pekerjaan di lapangan.
Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp174,345 juta, masyarakat tentu berharap kualitas jalan sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.
Masyarakat berharap, apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak berwenang perlu melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah sesuai ketentuan.
Uang yang digunakan adalah uang rakyat. Maka kualitas pekerjaan juga harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
M45 Br4y
