Konflik Berkepanjangan di Desa Pesanggrahan Kwanyar: Warga Jadi Korban, PAKIS Serukan Rekonsiliasi

 

BANGKALAN || Wartapers.com — Suhu politik di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, kian memanas. Konflik berkepanjangan antara Kepala Desa Pesanggrahan, Akhmad Sudaryanto, S.H., dengan sejumlah pihak yang berseberangan, ibarat peribahasa "musang melawan garangan" dua kekuatan yang sama sama bertahan, saling serang, dan enggan mengalah demi mempertahankan pengaruh di wilayah tersebut.

Di tengah pertikaian yang terus meruncing ini, kerugian terbesar justru harus ditanggung oleh masyarakat setempat yang mendambakan stabilitas dan pelayanan publik yang prima.

Di satu sisi, Kades Pesanggrahan Akhmad Sudaryanto dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menilai tekanan politik yang ia hadapi merupakan bagian dari skenario terstruktur untuk menggulingkannya dari jabatannya. Tidak hanya menepis tudingan terkait penyerapan anggaran, pembangunan yang dinilai mangkrak, hingga polemik bantuan sosial, Akhmad bahkan mengungkap adanya indikasi pemerasan yang dialaminya selama memegang roda pemerintahan desa.

Di sisi lain, gelombang kritik dan tekanan dari kelompok kontra-pemerintah desa terus mengalir. Berbagai persoalan mulai dari transparansi pengelolaan keuangan hingga efektivitas pembangunan infrastruktur dipertanyakan secara terbuka, menjadi amunisi untuk melemahkan legitimasi kepemimpinan kepala desa.

Hingga kini, kedua belah pihak terjebak dalam lingkaran perselisihan yang tajam tanpa ada niat untuk menurunkan ego masing-masing.

Perseteruan elite di tingkat desa ini secara langsung berdampak buruk pada roda pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. Ketika energi dan fokus aparatur serta kelompok penentang terkuras untuk saling menjatuhkan, sektor pelayanan warga menjadi terbengkalai dan pembangunan infrastruktur desa terhambat.

Kondisi ini menggambarkan peribahasa klasik: "Musang dan garangan berkelahi, pohon di tengahnya yang tumbang." Dalam konteks Desa Pesanggrahan, arena pertikaian tersebut merusak tatanan sosial dan merugikan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

Seruan Moral Lembaga PAKIS Menanggapi eskalasi konflik yang kian mengkhawatirkan, Ketua Umum Lembaga PAKIS, Abdurrahman Tohir, menyampaikan seruan moral agar seluruh pihak segera menghentikan perseteruan terbuka yang merugikan masyarakat.

"Sebaiknya semua pihak menahan diri, bersabar, dan jangan mudah terprovokasi. Pelayanan masyarakat harus tetap berjalan dengan baik, dan kondusifitas desa harus dikedepankan," ujar Abdurrahman, Selasa (11/8/2026).

Ia juga menegaskan agar warga dan proses pembangunan desa tidak dijadikan tumbal dalam kepentingan politik sesaat. Abdurrahman mendesak agar setiap persoalan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang transparan, berlandaskan aturan yang berlaku, serta mengutamakan dialog yang sehat.

Konflik berkepanjangan ini dipastikan tidak akan menghasilkan pemenang sejati jika terus dipelihara dengan semangat konfrontasi. Kerugian materiel maupun immateriel pada akhirnya akan terus menimpa warga Desa Pesanggrahan.

Sudah saatnya pihak-pihak yang berselisih menurunkan tensi politik, mengedepankan langkah tabayun klarifikasi, serta meletakkan kepentingan kesejahteraan warga di atas ambisi kekuasaan. Sebab, jabatan bersifat sementara, namun kepercayaan rakyat dan kedamaian desa adalah hal utama yang harus dijaga bersama."



Pewarta: Mk

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image