Kades Tebul Kwanyar Beri Klarifikasi Soal Isu Distribusi Air di Kokoh City: Murni Kendala Teknis dan Sudah Ditangani
Bangkalan || Wartapers.com— Kepala Desa Kades Tebul, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, memberikan klarifikasi resmi kepada awak media terkait pemberitaan yang beredar mengenai polemik layanan air bersih di perumahan Kokoh City. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan sejumlah informasi agar tidak terjadi kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, merespons temuan dan keluhan yang sempat mencuat di lapangan terkait layanan air bersih di wilayah perumahan tersebut.
Pernyataan klarifikasi dan hak jawab terkait validitas data jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak, kondisi riil di lapangan, kesigapan tim teknis pengelola, hingga kejelasan sistem penarikan iuran penggunaan air warga.
Lokasi kejadian dan obyek yang menjadi sorotan berada di kawasan perumahan Kokoh City, yang terletak di wilayah Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.
Klarifikasi ini dirilis menyusul konfirmasi lanjutan yang dilakukan oleh awak media di lapangan untuk memastikan keberimbangan informasi covering both sides Klarifikasi ini diberikan karena adanya beberapa disinformasi di ruang publik, antara lain:
Angka estimasi 2.400 unit KK yang sebelumnya disebut terdampak dinilai kurang akurat Adanya kekhawatiran warga terkait gangguan distribusi air dan mekanisme pungutan iuran bulanan.
Berikut adalah poin-poin utama penjelasan langsung dari Kepala Desa Tebul guna meluruskan duduk perkara Koreksi Data Jumlah KK Terdampak Angka 2.400 KK yang sebelumnya beredar dinilai tidak akurat. Berdasarkan data riil, jumlah warga yang sudah menempati hunian di Kokoh City baru berkisar 35% dari total 2,400 unit KK yang direncanakan.
Cakupan Wilayah Terdampak Sangat Terbatas Dari total 8 klaster yang ada di perumahan tersebut, tidak semuanya terdampak. Hanya sekitar 4 klaster yang mengalami hambatan, itu pun terbatas pada titik-titik di dataran tinggi dengan persentase gangguan yang relatif rendah. Bahkan, beberapa klaster lainnya justru melaporkan tekanan air yang sangat tinggi dan normal, (2/8/2026).
Respon Cepat Tim Teknis Kades Tebul membenarkan bahwa pihak pengembang atau pelaksana di lapangan selalu siaga 24 jam dalam 7 hari untuk melakukan pembenahan sistem. Kendala yang sempat terjadi murni merupakan masalah teknis peralatan yang dapat diselesaikan dengan cepat oleh tim di lapangan melalui normalisasi aliran air, sehingga perbaikan tidak memakan waktu lama.
Transparansi Tarif Iuran Air Terkait iuran bulanan, pihak pengelola memang melakukan penarikan kepada warga yang terdampak maupun tidak. Namun, besaran iuran tersebut dipastikan sesuai dengan volume pemakaian riil yang tertera pada meteran air di masing-masing unit rumah warga secara transparan.
Pewarta: MK
Editor: redaksi
