Dugaan Jual Beli Seragam di SDN 1 Morkoning Kwanyar Dikeluhkan Orang Tua Siswa, FPB Minta Dinas Pendidikan Bertindak
BANGKALAN || Wartapers.com — Dugaan adanya praktik jual beli seragam sekolah di SDN 1 Morkoning, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, dikeluhkan oleh salah satu orang tua siswa. Keluhan tersebut kemudian disampaikan kepada Forum Pemuda Bangkalan (FPB).
Orang tua siswa tersebut mempertanyakan adanya dugaan kewajiban pembelian seragam melalui pihak sekolah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi orang tua siswa.
“Seharusnya anak saya mendapatkan seragam, Mas. Ini malah disuruh membeli seragam di sekolah,” ujar orang tua siswa tersebut saat menyampaikan keluhannya kepada Ketua Forum Pemuda Bangkalan.
Keluhan tersebut menjadi perhatian FPB. Ketua Forum Pemuda Bangkalan meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap informasi tersebut.
“Kami meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran aduan ini. Jika memang ditemukan pelanggaran, kami berharap ada tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ketua FPB, (16/08/2026).
Menurut FPB, pihaknya tidak ingin langsung menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan. Namun, setiap aduan dari masyarakat, khususnya orang tua siswa, dinilai perlu ditindaklanjuti secara transparan agar persoalan tersebut menjadi jelas.
FPB juga meminta pihak sekolah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pengadaan dan pembelian seragam, termasuk apakah pembelian tersebut bersifat wajib atau tidak.
“Kami meminta Dinas Pendidikan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika terbukti ada praktik yang tidak sesuai aturan, tentu harus ada langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak SDN 1 Morkoning maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Berita ini masih bersifat dugaan dan berdasarkan aduan orang tua siswa, sehingga diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk informasi yang berimbang,"
Pewarta: MK
Editor: redaksi
