Diduga Lakukan Intimidasi Sepihak Terhadap Petani Lada Di Loeha Raya, Ada Apa Dengan KLHK Kehutanan Sulsel ?

Luwu Timur, Wartapers.com -Berdasarkan realita yang terjadi di Loeha Raya akhir -akhir ini terdapat keganjalan yang di duga merugikan petani lada di Loeha Raya,yang mana bertolak belakang dengan pemberitaan yang di publikasikan oleh KLHK Kehutanan Sulsel ke beberapa media,olehnya Petani Ladah menolak keras kebijakan yang merugikan petani.

Yang mana di lingkup area Loeha Raya berdiri kokoh Camp PT VALLE Tbk di Tomebeta Lengkona.

Yang mana terlihat jelas berdiri Bangunan hingga fasilitas Camp lainya yang berdiri kokoh,namun yang jadi pertanyaan.?? KLHK Sulsel seakan-akan tutup mata dengan pihak Korporasi bahkan tidak ada teguran atau tindakan bahwa Camp  PT VALLE Tbk berdiri di kawasan hutan lindung.

Namun bertolak belakang dengan apabila petani yang kelola kebun justru mendapatkan ancaman dan intimidasi bahkan di culik dari pihak KLHK kehutanan Sulsel.

Yang jadi pertanyaan.? Apakah GAKKUM KLHK Kehutanan Sulsel suda terbeli oleh pihak Korporasi sehingga sudah tidak menerapkan aturan yang benar yang berdasarkan undang-undang.

Bahkan di duga GAKKUM KLHK Kehutanan Sulsel lebih condong berpihak ke pemegang Saham Korporasi dan Menyudutkan petani lada loeha raya.

"Kami berharap ada keadilan yang di tegakan,sangat tidak masuk di akal petani di anggap perampok di rumah sendiri"ujar ketua APL  Ali Kamrin .

"Kekuasaan tertinggi adalah rakyat namun kenyataan di era sekarang justru rakyat yang di anggap penjahat" lanjut

Olehnya publik harus tau,bahwa dengan adanya lada yang di kelola masyarakat petani di Loeha raya yang bisa membantu perekonomian masyarakat dan membantu pencari suaka di Loeha raya yang mana di ketahui bisa mendatangkan pekerja dari beberapa propinsi di luar Sulawesi Selatan.

Bahkan dengan berkebun lada masyarakat di Loeha raya bisa menyekolakakan anak anak mereka sampai ke jenjang tertinggi.

"Kami berkebun hanya sekedar mencari hidup,kamipun sudah merasa sejahtera dengan berkebun bahkan kami bisa sekolakan anak kami sampai jenjang tertinggi" ujar petani

"Dengan tegas saya nyatakan mengutuk keras dengan cara cara yang di lakukan oleh GAKKUM KLHK Kehutanan yang mana di sinyalir tembang pilih,lebih merugikan masyarakat petani dan lebih menguntungkan pihak perusahaan" tutup ALI


Pewarta : sarfan

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image