Sekdis Arpus Lembata Akui Layanan Pemindahan Arsip Inaktif Belum Maksimal, Kendala Utama Tiadanya Depo dan Anggaran Pelatihan
LEMBATA – Wartapers.com - Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Lembata, Mustan Boli, secara terbuka mengakui bahwa layanan pemindahan arsip inaktif berusia di atas 10 tahun belum berjalan secara maksimal. Pengakuan ini disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Kantor Dinas Arpus pada Selasa (14/7/2026).
Menurut Mustan Boli, hambatan utama dalam optimalisasi layanan tersebut adalah belum tersedianya depo arsip yang memadai untuk menampung dokumen-dokumen lama dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tanpa fasilitas penyimpanan yang representatif, proses retensi dan pemusnahan atau preservasi arsip inaktif menjadi terhambat.
"Kendala lain yang kami hadapi adalah minimnya kapasitas sumber daya manusia akibat belum adanya pelatihan khusus bagi para arsiparis. Hal ini utamanya disebabkan oleh keterbatasan anggaran daerah," ungkap Mustan Boli saat memberikan tanggapan atas masukan peserta forum.
Selain isu kearsipan, kegiatan yang mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2017 tersebut juga membahas evaluasi layanan perpustakaan. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Anselmus Asan Ola, AP., M.Si, menegaskan bahwa FKP merupakan ruang dialog strategis untuk membangun pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
"Kami ingin pelayanan perpustakaan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat. Kritik dan saran dari pengguna layanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pelayanan," kata Anselmus.
Forum yang dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat sipil, media massa, Dinas Pendidikan, hingga Kantor Kementerian Agama ini bertujuan menyamakan persepsi dan merumuskan langkah perbaikan. Melalui mekanisme partisipatif ini, Dinas Arpus berharap dapat menciptakan layanan yang lebih inklusif serta mendorong budaya literasi di Kabupaten Lembata, meski masih terdapat tantangan teknis dalam pengelolaan arsip statis.
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi
