MPLS SMKN 1 Lewoleba: Membangun Profil Lulusan Unggul Melalui Integrasi Karakter, Wawasan Kebangsaan, dan Gerakan 7 KAIH

 

LEWOLEBAWartapers.com - SMK Negeri 1 Lewoleba, sebagai SMK Pusat Keunggulan di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, resmi mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung dari 13 hingga 17 Juli 2026.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai adaptasi lingkungan, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter siswa baru melalui pendekatan holistik yang melibatkan instansi strategis dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Kepala SMKN 1 Lewoleba, Kristina Dudeng, kepada media ini menegaskan bahwa MPLS tahun ini dirancang dengan tema "Bersama Melangkah: Ciptakan Sekolah Inklusif, Nyaman dan Menyenangkan". Menurut Kristina, tujuan utama dari kegiatan lima hari ini adalah memastikan setiap peserta didik baru memiliki bekal pengetahuan, sikap, dan semangat yang kuat untuk meraih prestasi, sekaligus mewujudkan profil lulusan SMK yang berkarakter.

"MPLS kali ini memberikan penekanan khusus pada gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Kami ingin menanamkan karakter baik sejak hari pertama agar terwujud profil lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan sosial," ujar Kristina Dudeng.

Kegiatan MPLS diikuti oleh 95 siswa baru yang tersebar di enam kompetensi keahlian unggulan sekolah, yaitu Teknik Pemesinan (TP), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Agribisnis Ternak Unggas (ATU), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), dan Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT). Dengan dukungan 67 tenaga pendidik dan kependidikan (56 guru dan 11 tendik), sekolah menghadirkan materi yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara bendera dan penyematan tanda peserta, simbolisasi masuknya siswa ke dalam keluarga besar SMKN 1 Lewoleba. Materi yang disampaikan mencakup visi-misi sekolah, tata tertib, hingga pengenalan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

Katarina mengatakan, untuk memperkuat aspek keamanan dan kesehatan, Polres Lembata hadir memberikan edukasi tentang bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). Sementara itu, Koramil Lembata mengisi sesi bela negara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Aspek kesehatan fisik dan mental juga menjadi prioritas, dengan Puskesmas Kota Lewoleba memberikan penyuluhan mengenai pergaulan bebas, kesehatan reproduksi, penyakit menular, serta pengenalan tujuh kebiasaan anak Indonesia sehat.

Katarina juga mengatakan, pada hari ketiga, fokus kegiatan bergeser pada pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dan penguatan pendidikan karakter melalui asesmen dan permainan edukatif "Mitos dan Fakta". Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, siswa juga melakukan penanaman pohon komitmen.

Ketua Panitia MPLS, Agustinus Enga Buran, S.Pd., menyatakan harapannya agar rangkaian kegiatan ini dapat membantu siswa baru beradaptasi dengan budaya belajar di SMKN 1 Lewoleba. "Kami merancang MPLS yang edukatif dan menyenangkan agar siswa dapat menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan karakter yang kuat sejak dini," jelasnya.

Kegiatan akan ditutup pada hari kelima dengan refleksi, perkenalan warga sekolah, dan acara refreshing, memastikan bahwa setiap siswa memulai perjalanan pendidikan vokasi mereka dengan kesiapan mental dan fisik yang optimal. Melalui pendekatan ini, SMKN 1 Lewoleba berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.


Pewarta: sabatani

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image