Konflik Internal Desa Pesanggrahan 7 Perangkat Mundur Massal, Kantor Desa Diwarnai Aksi Vandalisme
Bangkalan || Wartapers.com – Situasi jalannya pemerintahan di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan mendadak tegang. Sebanyak tujuh perangkat desa secara serentak mengajukan surat pengunduran diri massal pada Senin (13/7/2026). Mundurnya para aparatur desa ini diiringi dengan munculnya spanduk protes dan aksi coret-coret vandalisme di dinding Kantor Desa Pesanggrahan.
Berdasarkan dokumen surat pengunduran diri yang beredar, ketujuh perangkat desa tersebut kompak menyatakan melepas jabatan mereka karena adanya ketidakselarasan visi dan misi dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Menariknya, dalam poin surat yang ditujukan kepada Kepala Desa Kades tersebut, mereka menggarisbawahi bahwa keputusan mundur ini diambil di bawah bayang-bayang keterpaksaan Surat pengunduran diri tersebut juga ditembuskan secara resmi kepada Badan Permusyawaratan Desa BPD Pesanggrahan serta Camat Kwanyar.
Aksi Protes di Kantor Desa Di waktu yang hampir bersamaan dengan mencuatnya surat tersebut, eskalasi ketegangan di desa setempat meningkat. Sejumlah spanduk bernada protes tajam tampak terbentang di beberapa titik strategis desa, salah satunya tepat di depan Kantor Desa Pesanggrahan.
Tidak hanya spanduk, fasilitas publik berupa dinding kantor desa juga menjadi sasaran aksi coret coret.
Tulisan tulisan di dinding tersebut berisi berbagai tuntutan, kritik keras, serta mosi tidak percaya warga terhadap gaya kepemimpinan Kepala Desa saat ini. Pelayanan Publik Terancam Lumpuh Rangkaian peristiwa ini memicu kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat.
Pengunduran diri massal ini dinilai berpotensi besar melumpuhkan atau setidaknya menghambat jalannya pelayanan administrasi publik bagi warga setempat, mengingat terjadi kekosongan masif pada struktur perangkat desa.
Secara regulasi, pengunduran diri perangkat desa harus melalui proses verifikasi administrasi dan pengisian jabatan baru sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku agar roda pemerintahan desa tidak vakum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Pesanggrahan maupun pihak Pemerintah Kecamatan Kwanyar terkait polemik pengunduran diri tersebut, maupun respons atas aksi vandalisme di kantor desa. Pihak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan menggali klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna mendapatkan informasi yang utuh, valid, dan berimbang.
Pewarta: MK
Editor: redaksi
