"Ini Dasar Fondasi Masa Depan Anak-Anak," Bupati Lembata Turun Tangan Angkut Batu untuk TK St. Mikhael
BAOBOLAK – Wartapers.com - Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Taman Bermain Anak TK St. Mikhael di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Selasa (30/6/2026).
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, terlihat tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga turun langsung ke lapangan, ikut memungut dan mengangkut batu bersama warga untuk pekerjaan fondasi.
Aksi gotong royong ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan, Camat Nagawutung, para guru, hingga unsur Bhabinkamtibmas. Suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan terasa kental saat mereka bersama-sama menyusun batu dasar bagi fasilitas bermain anak-anak.
Bagi Bupati Petrus, momen ini jauh lebih bermakna daripada sekadar seremonial biasa. Ia menegaskan bahwa kehadiran fisik dan tenaga para pejabat adalah simbol nyata perhatian negara terhadap pendidikan usia dini.
“Peletakan batu ini menjadi dasar untuk meletakkan fondasi masa depan generasi muda Lembata, khususnya di Desa Baobolak,” ujar Bupati Petrus Kanisius Tuaq di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah berjuang mencerdaskan anak-anak di wilayah tersebut meski dengan keterbatasan fasilitas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan nilai bantuan Rp448.621.000 dari APBN. Selain taman bermain, program ini juga akan merehabilitasi dua ruang kelas, satu ruang administrasi, dua unit toilet, serta fasilitas sanitasi di lahan Yayasan Pendidikan Umat Katolik Lembata (Yapenduklem).
Kepala TK St. Mikhael Baobolak, Monika Ose Langoday, mengungkapkan rasa syukurnya. Saat ini, sekolah yang berdiri sejak 2006 tersebut melayani 20 siswa dengan tantangan seperti belum adanya pagar sekolah dan ruang UKS. Dengan revitalisasi ini, harapan baru bagi kualitas belajar mengajar semakin terbuka lebar.
Selain urusan pendidikan, Bupati juga menyempatkan diri mengajak masyarakat untuk optimalkan lahan kosong melalui program "Nelayan Tani Ternak" dan investasi jambu mete, dengan catatan legalitas lahan harus jelas. Namun, pesan utama hari itu tetap jelas: pendidikan adalah fondasi utama, dan semua pihak, termasuk bupati, siap membangunnya bersama-sama.
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi
