Dugaan Potong Bansos Berbuntut Saling Tuding, Ketua FPB Seret Pemdes Patemon ke Ranah Hukum
Bangkalan || Wartapers.com – Praktik dugaan pemotongan Bansos di Desa Patemon semakin merambah, merasa geram karena dituding meminta sejumlah uang ,MK lKetua Forum Pemuda Bangkalan FPB menyatakan akan segera mengklarifikasi pernyataan Penjabat Pj Kepala Desa Patemon dan pihak Operator Desa.
Ketua FPB menilai ucapan oknum pejabat desa tersebut telah mencederai marwah kemitraan antara masyarakat sipil dan pemerintah.
"Kami tegaskan, ucapan Pj Kades Patemon yang menduga kami meminta uang itu sama sekali tidak benar. Ini sudah menyangkut nama baik profesi aktivis dan lembaga," ujar Ketua Forum Pemuda Bangkalan dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, polemik ini bermula saat tim FPB menerima aduan langsung dari warga Desa Patemon mengenai adanya pemotongan hak Bantuan Sosial Bansos serta Program Keluarga Harapan PKH yang disunat oleh Pj Kades Desa.
Namun, alih alih merespons evaluasi tersebut dengan perbaikan kinerja, pihak Pemdes diduga sengaja melempar isu miring untuk mengalihkan perhatian publik.
Sebagai langkah awal, FPB akan menggelar audiensi terbuka di Kantor Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan untuk mencari kebenaran materil dan membuka data secara gamblang di hadapan Camat, (10/7/2026).
Ketua FPB juga memperingatkan bahwa mereka tidak akan segan membawa perkara dugaan fitnah dan penyelewengan hak orang miskin ini ke aparat penegak hukum (APH).
"Dari awal komitmen kami adalah menegakkan keadilan atas hak hak warga yang dipotong, Hukum di negara ini masih berlaku, dan kami akan kawal ini sampai tuntas melalui jalur hukum yang sah, apalagi dengan cara memfitnah dan menuding saya telah menerima uang " pungkas MK dengan nada kesal.
Red/tim
