Dugaan Pemotongan Bansos di Desa Patemon Jadi Sorotan, Pj Kades Datangi Ketua Forum Minta Tak Diberitakan
Bangkalan || Wartapers.com – Dugaan karut marut penyaluran bantuan sosial kembali mencuat di Kabupaten Bangkalan. Sejumlah warga Desa Patemon mendatangi Forum Pemuda Bangkalan untuk mengadukan adanya dugaan pemotongan Bantuan Sosial Bansos Beras Bulog serta Program Keluarga Harapan PKH yang tidak dicairkan selama bertahun tahun.
Menanggapi aduan tersebut, Penjabat Pj Kepala Desa Kades Patemon bahkan sempat mendatangi langsung kediaman Ketua Forum Pemuda Bangkalan untuk meminta agar persoalan ini tidak dipublikasikan maupun dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Dugaan pemotongan bansos beras Bulog, tidak dicairkannya dana PKH sejak tahun 2020 hingga 2026, serta upaya intervensi dari Pj Kades agar kasus ini tidak diberitakan Desa Patemon, kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan.
Warga merasa haknya dibiarin karena menerima bantuan tidak sesuai ketentuan, sementara pihak otoritas desa diduga mencoba menutup nutupi masalah demi menjaga reputasi di hadapan camat.
Warga membawa bukti fisik ke Forum Pemuda Bangkalan. Sementara itu, konfirmasi yang dilayangkan kepada operator desa melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan respons, memicu rencana warga untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Ketua Forum Pemuda Bangkalan, MK, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti kuat yang diserahkan langsung oleh warga terdampak. Bukti tersebut meliputi pengurangan volume beras Bulog yang diterima warga, serta mandeknya pencairan dana PKH, (09/07/2026).
"Kami punya bukti dari warga. Ada yang hanya menerima beras Bulog seberat 5 kilogram, dan ada yang 10 kilogram tidak sesuai ketentuan Selain itu, dua orang warga juga memberikan bukti autentik bahwa program PKH mereka tidak pernah dicairkan sejak tahun 2020 hingga tahun 2026 sekarang ini," ujar MK mengutip pernyataan warga pengadu.
Dugaan penyelewengan ini kian diperkuat dengan adanya upaya intervensi dari pihak pemerintah desa. Pj Kades Patemon diketahui mendatangi rumah kediaman Ketua Forum Pemuda Bangkalan secara personal. Dalam pertemuan tersebut, Pj Kades meminta agar kasus ini diredam dan tidak dilaporkan ke penegak hukum dengan alasan menjaga hubungan baik dengan pihak kecamatan.
"Minta tolong Mas, jangan diberitakan dan juga jangan dilaporkan MAS Karena saya masih menjabat baru, rasanya tidak enak sama Pak Camat, Mas," kata MK menirukan ucapan Pj Kades Patemon saat mencoba melakukan lobi.
Operator Desa Bungkam, dikonfirmasi ketua Forum pemuda Bangkalan Warga Siap Lapor Aparat Penegak Hukum Guna menjaga keberimbangan informasi, Ketua Forum Pemuda Bangkalan mengaku telah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak operator desa melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak operator desa memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban sama sekali.
Sikap tidak responsif dari pihak perangkat desa ini dinilai semakin memperkuat kecurigaan publik terkait adanya praktik yang tidak transparan dalam pengelolaan bantuan bagi masyarakat miskin tersebut.
Melihat tidak adanya iktikad baik dan transparansi dari pihak desa, warga Desa Patemon bersama Forum Pemuda Bangkalan menegaskan akan segera membawa dan melaporkan kejanggalan serta dugaan tindak pidana korupsi bantuan sosial ini kepada Aparat Penegak Hukum APH yang berwajib agar diusut tuntas.
Red/tim
