Diduga Dikelola Semrawut Sejak 2024, Permandian Tamborasi Kolaka Disorot Publik

 

KOLAKA,WARTAPERS.COM – Objek wisata Permandian Tamborasi yang berada di Desa Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka kembali menjadi sorotan. Warga dan pengunjung menilai pengelolaan destinasi wisata unggulan itu tidak transparan dan terkesan semrawut sejak tahun 2024 hingga tahun 2026.jumat 10 juli 2026.

Permandian Tamborasi yang diketuai oleh saudara Isman selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi andalan Kolaka dengan potensi wisata alam dan air jernih. Namun dalam beberapa tahun terakhir, banyak keluhan muncul terkait tata kelola, pemasukan, hingga fasilitas yang tidak kunjung berbenah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengelolaan permandian selama ini diduga tidak disertai laporan keuangan yang terbuka kepada pemerintah desa maupun masyarakat. Padahal setiap akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung yang datang cukup ramai.

“Dari 2024 sampai sekarang kami tidak pernah tahu berapa pendapatan, kemana larinya uang tiket, dan untuk apa. Pengelolaan terkesan hanya segelintir orang saja,” ujar salah seorang warga Desa Tamborasi yang enggan disebut namanya.

Selain itu, fasilitas seperti tempat parkir, kamar mandi, dan kebersihan lingkungan dinilai tidak dikelola secara maksimal. Sampah juga masih sering ditemukan di area wisata, dan biasa di buang di aliran sungai itu sendiri.

Selain itu wahana perahu bantuan dari dinas pariwisata telah di ganti namanya menjadi Bunga Cengkeh yang tadinya bernama " PARIWISATA" ini betul betul sudah terindikasi Korupsi.kata salah seorang warga yang paham betul bantuan ini.

Kondisi ini memicu desakan agar Pemerintah Desa Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka turun melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Permandian Tamborasi.

Warga meminta agar dilakukan audit terbuka terkait pemasukan dan penggunaan dana selama 2 tahun terakhir. Mereka juga mendorong dibentuknya badan pengelola yang lebih profesional dan melibatkan unsur masyarakat, BPD, serta pemerintah desa.

“Wisata ini milik masyarakat Tamborasi. Jangan sampai karena pengelolaan yang tidak jelas, potensi besar ini malah rusak dan tidak memberi manfaat ke desa,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke ketua pengelola Permandian Tamborasi, saudara Isman, belum membuahkan hasil.

Redaksi menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab. Jika pihak terkait memberikan klarifikasi, maka akan dimuat secara berimbang sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pewarta: ASRIL WP

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image