BBPP Kupang Perkuat Sinergi 112 Penyuluh Pertanian di Lembata, Kawal Swasembada Pangan hingga Tingkat Desa
LEWOLEBA – Wartapers.com - Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menggelar rapat koordinasi pendayagunaan penyuluh pertanian di Kabupaten Lembata, Rabu (15/7/2026), di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata. Kegiatan yang diikuti jaringan penyuluh dari sembilan kecamatan ini bertujuan menyatukan langkah 112 penyuluh pertanian, terdiri atas 110 penyuluh kabupaten dan dua penyuluh provinsi, yang tersebar di seluruh wilayah Lembata dengan pola pendampingan satu hingga dua desa per penyuluh.
Hadir pada kesempatan itu Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata
Ade Hasan Yusup, SP. Hadir juga Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten Lembata
Lino Marques Gabral, S.ST. Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawalan program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.
Ketua Kelompok Substansi Penyelenggara Pelatihan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Menix Etwan Manafe, S.Pt., M.Si., yang mewakili Kepala BBPP Kupang Roby Darmawan, M.Eng., mengatakan kehadirannya di Kabupaten Lembata merupakan amanah langsung dari pimpinan untuk memperkuat koordinasi penyuluh pertanian dalam mendukung program strategis pemerintah.
"Saya mewakili Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Bapak Roby Darmawan, M.Eng., yang memberikan amanah kepada kami untuk mengawal pelaksanaan program swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Menix mengatakan, rapat koordinasi yang digelar di Kabupaten Lembata bukan sekadar forum pertemuan, tetapi menjadi ruang menyamakan persepsi seluruh penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugas di lapangan.
"Kami ingin para penyuluh bisa satu persepsi, satu langkah, dan bersinergi dalam menjalankan tanggung jawab mereka, terutama terkait laporan Luas Tambah Tanam (LTT), Optimasi Lahan (Oplah), serta berbagai kegiatan peningkatan Indeks Pertanaman (IP)," katanya.
Menurut Menix Putra kelahiran Rote Ndao ini, bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi sekaligus menggerakkan kebijakan pemerintah hingga ke tingkat petani.
"Penyuluh adalah ujung tombak yang mengkomunikasikan dan menggerakkan program swasembada pangan, khususnya tanaman padi, sehingga program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.
Menix juga mengatakan, kegiatan koordinasi ini juga dilaksanakan di seluruh kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk komitmen BBPP Kupang dalam mengawal program prioritas Kementerian Pertanian.
"Ini bukan hanya dilakukan di Lembata, tetapi di semua kabupaten di NTT agar pelaksanaan program swasembada pangan berjalan selaras," ungkapnya.
BBPP Kupang menurutnya juga memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menjalankan berbagai program pembangunan, terutama di sektor pertanian dan peternakan. "Kami mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah bersama Bupati dan seluruh jajaran, demi mewujudkan swasembada pangan, pengembangan peternakan, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
" Keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, penyuluh pertanian, hingga petani dan peternak sebagai pelaku utama," tuturnya lagi.
Ia juga mengharapkan adanya kerjasama antara pemerintah, penyuluh pertanian dan petani agar setiap program Kementerian Pertanian dapat ditindaklanjuti dengan baik di lapangan.
Menix menjelaskan, keberadaan 112 penyuluh pertanian yang tersebar di sembilan kecamatan menjadi modal penting dalam mendampingi petani di Kabupaten Lembata. "Harapan kami, para penyuluh terus menggerakkan petani agar proaktif mengikuti setiap kebijakan pemerintah, sehingga target peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lembata dapat tercapai," tutupnya.
Pewarta: Sabatani
Editor; redaksi
