gambar

Tiga Balita Kakak Beradik di Sampang Ditemukan Tewas

SAMPANG, wartapers.com —  Insiden nahas menimpa tiga balita kakak beradik warga Dusun Sabu'uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur , Minggu (14/6/2026).

Diketahui tiga bocah bawah lima tahun (balita) yang merupakan saudara kandung ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di dalam sebuah sumur atau embung air yang biasa digunakan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

​Ketiga korban tragis tersebut diketahui masing-masing berinisial AH (3), MH (3), dan Z (4). Hubungan erat sebagai kakak beradik kandung membuat kepergian mereka sekaligus tamparan  duka yang mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.

​Menurut kabar yang terhimpun lapangan, peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB oleh seorang saksi mata bernama Alfiya.

Saat perempuan itu hendak beraktivitas di sekitar lokasi,  ia dikejutkan oleh penampakan tubuh dalam posisi mengambang di permukaan air sumur, sontak perempuan itu  berteriak histeris meminta pertolongan.

​Mendengar teriakan Alfiya sebagai saksi mata, warga sekitar langsung berbondong-bondong menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan.

Menyadari bahwa korban yang mengambang tersebut biasanya selalu bermain bersama dua saudara kandungnya, sontak warga pun  berinisiatif melakukan pencarian menyeluruh dengan cara menyelami dasar sumur sedalam beberapa meter tersebut.

​Sangat mengejutkan, upaya pencarian warga membuahkan hasil, korban lainnya ditemukan tenggelam di dasar titik lokasi yang sama. Ketiga tubuh balita yang sudah tidak sadarkan diri tersebut segera dievakuasi dari dalam air dan dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat demi mendapatkan pertolongan medis darurat.

​Namun, takdir berkata lain. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan upaya resusitasi oleh petugas medis Puskesmas, ketiga balita malang tersebut dinyatakan telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan lebih lanjut.

​Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya peristiwa maut tersebut dan menyatakan bahwa insiden ini diduga kuat merupakan kecelakaan murni akibat kurangnya pengawasan saat anak-anak bermain.

Pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah, serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak menempuh jalur hukum atau otopsi lanjutan.

​Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak kepolisian langsung mengimbau keras kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar area rawan seperti sumur, embung, ataupun sungai.

Sementara,  Polsek Sreseh sendiri tetap melakukan penyelidikan formal dan olah TKP guna melengkapi administrasi penyidikan serta memastikan mutlak tidak adanya unsur tindak pidana dalam tragedi ini. 


Redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...