Soroti Tambal Sulam Jalan Kwanyar-Modung, Warga Tuding Pemkab Bangkalan Buang-Buang Anggaran
Bangkalan || Wartapers.com – Proyek perbaikan jalan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kwanyar dan Kecamatan Modung menuai kritik tajam dari masyarakat setempat. Pemeliharaan jalan yang hanya menerapkan metode tambal sulam dinilai tidak efektif dan terkesan sekadar menghamburkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangkalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, perbaikan hanya menyasar sebagian titik jalan yang mengalami rusak berlubang. Ironisnya, kualitas pengerjaan yang rendah membuat material tambalan dinilai rapuh dan diprediksi tidak akan bertahan lama. "Ini hanya membuang-buang anggaran APBD kabupaten Perbaikannya cuma ditambal sulam pada sebagian titik yang bolong saja," ujar salah seorang warga setempat yang kerap melintasi jalur tersebut.
Warga menyayangkan kebijakan minim perencanaan ini. Menurut mereka, proyek tambal sulam di jalur tersebut biasanya hanya mampu bertahan paling lama satu bulan sebelum akhirnya kembali rusak dan berlubang. Masyarakat menilai, tindakan ini merupakan bentuk pemborosan uang negara yang sia sia.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pemkab Bangkalan, khususnya dinas terkait, mengubah strategi pembangunan infrastruktur dengan melakukan pengaspalan menyeluruh menggunakan hotmix aspal beton, bukan sekadar penambalan darurat.
"Sangat disayangkan uang negara dihamburkan begitu saja. Andaikan jalan ini langsung diaspal hotmix, tentu hasilnya akan jauh lebih bagus, estetis, dan memiliki daya tahan yang jauh lebih kuat," pungkas warga.
Hingga berita ini diturunkan, media terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan terkait efisiensi anggaran dan kelanjutan proyek infrastruktur di kawasan tersebut, (01/06/2026).
Kritik warga terhadap proyek perbaikan jalan Kwanyar-Modung yang menggunakan metode tambal sulam karena dianggap membuang anggaran APBD. Pemkab Bangkalan
Pewarta: MK
Editor: redaksi
