gambar

Pasien Darurat Ditolak Berobat , Pelayanan IGD RSUD Syamrabu Bangkalan Perlu di Evaluasi Ketat

Bangkalan, wartapers.com  – Dugaan penolakan terhadap pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syamrabu Bangkalan menjadi perhatian publik setelah keluarga pasien mengaku tidak memperoleh pelayanan medis yang diharapkan saat pasien berada dalam kondisi yang dinilai memerlukan penanganan segera.

Menurut keterangan keluarga, pasien telah menjalani proses registrasi di IGD RSUD Syamrabu dan sebelumnya pasein telah konsultasi kepihak Dokter Spesialis Bedah yakni Dr.Yusfik Helmi, seperti biasa beliau sudah memberikan surat pengantar untuk segera melakukan tindakan lewat IGD.

Namun mirisnya, Pihak RSUD  menolak pasein dan harus kembali ke puskesmas terlebih dahulu guna meminta surat rujukan dengan tujuan ke Poli Bedah RS Syamrabu Bangkalan, karena ada peraturan baru per Bulan Juni 2026.  

Pihak keluarga pasien menyatakan bahwa kondisi pasien saat itu cukup serius dan membutuhkan tindakan medis sesegera mungkin. Oleh karena itu, keluarga merasa kebingungan ketika pasien tidak langsung mendapatkan penanganan di rumah sakit.

"Kondisi pasien saat itu sudah cukup parah, sudah sepuh dan juga membutuhkan penanganan medis segera. Kami sudah melakukan pendaftaran, tetapi justru diminta untuk ke puskesmas terlebih dahulu," ujarnya.

Keluarga mempertanyakan kebijakan tersebut karena menilai kondisi pasien telah memenuhi unsur kegawatdaruratan yang seharusnya menjadi prioritas pelayanan di fasilitas kesehatan rujukan.

Mereka juga berharap adanya evaluasi terhadap prosedur pelayanan di IGD agar pasien yang datang dalam kondisi darurat dapat memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.

Dugaan penolakan tersebut disebut melibatkan seorang dokter yang bertugas di IGD saat kejadian berlangsung. Namun demikian, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari dokter yang bersangkutan maupun manajemen RSUD Syamrabu Bangkalan terkait kronologi kejadian dan alasan pengambilan keputusan tersebut.

Masyarakat berharap pihak rumah sakit segera memberikan klarifikasi guna menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya serta menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak RSUD Syamrabu Bangkalan untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Berita ini akan diperbarui setelah terdapat tanggapan dari pihak terkait.

Pewarta : Mk

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...