gambar

Massa Konsorsium Desa Aopa Kembali Gelar Aksi di Kejati Sultra, Desak Tindak Lanjut Laporan Dugaan Korupsi dan Evaluasi Kinerja Kajari Konsel

Kolaka.Wartapers.com – Puluhan mahasiswa dan warga Desa Aopa yang tergabung dalam Konsorsium Pemuda dan Masyarakat Anti Korupsi Desa Aopa kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra), Selasa 02/06/2026.

Massa mendesak Kejati Sultra segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi terkait ketidaksesuaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan anggaran Desa Aopa periode 2019 hingga 2025.

Koordinator aksi Muh. Reyhan mengatakan laporan tersebut telah disampaikan ke sejumlah instansi berwenang beberapa bulan lalu. Namun hingga aksi digelar, menurutnya belum ada kejelasan tindak lanjut.

“Laporan ini sudah kami masukkan ke Polda Sultra, Inspektorat Konawe Selatan, Kejari Konsel, hingga Kejati Sultra. Tetapi sampai hari ini belum ada kejelasan penanganannya,” ujar Reyhan di lokasi aksi.

Ia menegaskan kehadiran massa merupakan bentuk desakan untuk mempertanyakan perkembangan laporan yang telah diajukan.

“Hari ini kami kembali datang ke Kejati Sultra untuk mempertanyakan sejauh mana tindak lanjut laporan yang kami masukkan beberapa bulan lalu,” tambahnya.

Massa juga menyoroti pemeriksaan terhadap Kepala Desa Aopa yang beberapa hari lalu dilakukan tim Kejaksaan Negeri Konawe Selatan. 

Mahasiswa Desa Aopa lainnya, Ismail, menilai pemeriksaan itu dilakukan mendadak tanpa pemberitahuan kepada pelapor. 

Ia menyoroti informasi yang beredar di masyarakat terkait hasil pemeriksaan.

“Informasi yang beredar menyebutkan tidak ditemukan adanya korupsi dalam pemeriksaan tersebut.

 Padahal sebelumnya, berdasarkan informasi dari Inspektorat Konsel, mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa Aopa sejak 2018 hingga 2023 dan menemukan adanya kerugian negara,” kata Ismail.

Menurut Ismail, informasi yang diterimanya menyebutkan kerugian negara tersebut telah dikembalikan Kepala Desa Aopa dan dititipkan di Kejari Konawe Selatan.

“Hasil pemeriksaan Kejari Konsel dinilai bertolak belakang dengan keterangan Inspektorat Konsel."

Sebelumnya Inspektorat menyampaikan ada kerugian negara, namun setelah tim Kejari turun justru beredar informasi tidak ada temuan. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat terkait dugaan adanya kongkalikong antara pihak Kejari dan Kepala Desa Aopa,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut, massa meminta Kejati Sultra serius menangani dugaan kasus dengan segera memanggil dan memeriksa Kepala Desa Aopa. Mereka juga mendesak Kejati Sultra melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Selatan.

Pewarta: Asril wp

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...