ITS Undang Mahasiswa Asing Perkenalkan Usaha UMKM Di Kediri
KEDIRI - Wartapers.com - Program Studi Teknik Industri ITS Surabaya melaksanakan Kunjungan Usaha UMKM di Kabupaten Kediri, tepatnya di Gudang Pembuatan Tahu Takwa ( GTT) , jalan Pamenang desa besok-toyoresmi Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri , Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai dinamika dunia usaha, khususnya dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam kegiatan ini mahasiswa ITS bekerja sama dengan mahasiswa negara asing total 15 mahasiswa ( Swedia, Belgia,finlandia ), 2 mahasiswa dari Malaysia dan 4 Dosen luar negeri, juga 5 mahasiswa dari Philipina tapi belum bergabung dikarenakan harus ada ijin dari Kementrian philipina, dalam program ini menurut Siwi (koordinator ITS) yang juga mahasiswa ITS S2 jurusan teknik Industri menyampaikan " program ini dinamakan Value Chain Program yang mana bertujuan mengetahui dan mempelajari usaha UMKM yang ada di Kediri sekaligus melihat dan mengamati langsung seluruh proses dan tata cara pembuatan produksi gethuk pisang dan tahu kuning sehingga nantinya bisa memberikan feedback agar lebih efektif, efisien dan proses lebih cepat .
"Program kunjungan UMKM yang ada di Kediri berlangsung selama 10 hari yang sebelumnya mengunjungi usaha UMKM Kopi di desa wonosalam, hari ini sudah memasuki hari ke4 kunjungan di UMKM tahu kuning dan gethuk pisang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pemilik usaha GTT ( Gatot Siswanto ) dan berbagi pengalaman tentang tantangan yang mereka hadapi serta strategi yang diterapkan untuk berkembang di pasar yang kompetitif" tambah siwi.
Dalam kesempatan Prof. Ir. Maria Anityasari, PhD, IPU, ASEAN Eng. ( Head Manufacturing Systems Laboratory ) di Departemen Teknik dan sistem industri ITS Menyampaikan dalam program kunjungan ini orientasinya adalah produktifitas, peningkatan kualitas dan pemasarannya.
Bagaimana usaha UMKM ini bisa berkembang, dana kampus didapatkan dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai partner ITS, bantuan berupa alat dan pendampingan untuk meningkatkan produktifitas dari usaha UMKM tersebut dengan harapan nantinya usaha GTT ini bisa ditularkan ke daerah daerah lain.
Selain bantuan dari Toyota, kampus juga mendapatkan bantuan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang merupakan satuan kerja dibawah kementrian keuangan. Salah satu nya dana tersebut bisa dipergunakan untuk kerja sama dan mengundang mahasiswa luar negeri untuk mengamati usaha UMKM dan potensi Indonesia.
Maria berharap program kunjungan UMKM di Kediri ini, semua mahasiswa baik mahasiswa ITS maupun Mahasiswa dari luar negeri bisa belajar dan melihat langsung serta mengamati proses mulai dari bahan mentah, proses pembuatan tahu kuning dan gethuk pisang sampai proses pemasarannya, sehingga mahasiswa bisa memberikan masukan dan saran terkait peralatan, proses produksi, efektifitas, higynes ,safety dll." Pungkasnya.
Kegiatan kali ini juga mencakup sesi diskusi, di mana mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan mengenai proses produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan serta kendala yang dijalankan oleh UMKM. Diskusi ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan pemilik usaha untuk berinovasi dalam usaha UMKM.
Dalam sesi diskusi tanya jawab mahasiswa ITS dan mahasiswa luar negeri dengan pemilik usaha UMKM GTT dan gethuk pisang bisa memberikan beberapa wawasan bagi mahasiswa tentang kewirausahaan UMKM dan penggugah jiwa jiwa pebisnis untuk kehidupan masa depan serta menghadapi kendala dan tantangan yang ada.
Ditengah tengah sesi diskusi tanya jawab dengan mahasiswa Gatot Siswanto ( Pemilik tahu GTT dan gethuk pisang ) menyampaikan apresiasi terima kasih kepada semua mahasiswa ITS dan luar negeri beserta para dosen dosen pendamping atas kunjungan ke GTT.
Gatot menceritakan awal merintis usaha UMKM ini dari tahun 2008, dengan tekad bulat dan otodidak terus berjuang keras melewati masa masa krisis, covid19 sampai situasi politik internasional, Alhamdulillah bisa bertahan sampai saat ini dengan kendala SDM, peralatan yang belum maksimal,biaya produksi yang cukup tinggi juga.
Gatot berharap dengan program kunjungan mahasiswa ITS yang juga menjadikan TMMIN sebagai partner bisa membantu memfasilitasi dan meningkatkan produktifitas serta pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM secara baik kedepannya.
Beliau mengakui di era modernisasi saat ini masih banyak kekurangan baik dari produsen,SDM karyawan,produktifitas,pemasaran dll.
Selain itu Gatot juga berharap pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah kabupaten Kediri bisa terus memberikan pembinaan walaupun sering dilibatkan dalam gelar pameran UMKM, tapi memang tetap membutuhkan biaya promosi yang tinggi.
"beliau sangat bersyukur sekiranya pemerintah bisa membantu dalam keterkaitan produktifitas pelaku usaha terutama mekanisme alat mesin yang harganya mahal untuk meningkatkan produktifitas, beliau yakin produk usaha UMKM lokal memiliki potensi untuk bisa berkembang pesat apabila memperoleh dukungan berbagai pihak terkait. " Tutupnya.
Pewarta : Didik
Editor : Redaksi
