Golkar Bukan Partai Titip-Titip” – Alex Atawolo Pimpin Golkar Lembata 2026-2030, Janji Bangun Kantor Permanen & Rekrut 60% Pemuda
LEMBATA, Wartapers.com - Sejarah baru tertulis bagi Partai Golkar di Kabupaten Lembata. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI yang berlangsung khidmat, Jumat (12/6/2026), Alexander Dominggo Atawolo resmi terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Lembata periode 2026-2030.
Kemenangan Atawolo menandai dimulainya era konsolidasi total dan modernisasi organisasi. Di hadapan sekitar 200 peserta yang terdiri dari kader, simpatisan, hingga unsur penyelenggara pemilu, Atawolo menyampaikan visi besarnya: mewujudkan Golkar Lembata yang solid, maju, dan menang, tanpa sekat-sekat internal.
Akhir Masa "Ngekos": Kantor Permanen Jadi Prioritas
Salah satu poin paling menyita perhatian adalah komitmen Atawolo untuk mengakhiri status partai yang selama 26 tahun masih "ngekos" atau menempati bangunan sewa/borrowed.
"26 tahun Golkar Lembata masih ngekos. Ini harus berubah. Di bawah kepemimpinan saya, kita akan hadirkan kantor partai yang permanen. Ini simbol kemandirian dan harga diri organisasi," tegas anggota DPRD Lembata Dapil II tersebut, disambut tepuk tangan meriah para kader.
Atawolo juga menekankan pentingnya transparansi dalam rencana kerja dan anggaran. "Saya ingin semua didiskusikan bersama. Tidak ada lagi suara sumbang atau ketidaknyamanan karena urusan keuangan atau program yang tidak jelas. Kita bergandengan tangan, hapus sekat-sekat," ujarnya.
Revolusi Kaderisasi: 60% Pemuda & Kuota Perempuan
Visi besar lainnya adalah peremajaan struktur partai. Atawolo menetapkan target ambisius: minimal 60% pengurus berasal dari kalangan muda.
"Golkar butuh energi baru. Saya yakin dengan semangat anak muda, semua bisa lebih baik. Rekrutmen ke depan akan mengedepankan kompetensi dan semangat generasi milenial dan Gen-Z," kata Atawolo.
Selain itu, ia juga berkomitmen memenuhi kuota keterwakilan perempuan minimal 30% di setiap tingkat struktur, mulai dari desa hingga kabupaten. Langkah ini dinilai strategis untuk memenuhi persyaratan administrasi dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Hadir dalam acara tersebut, Wasekjen DPP Partai Golkar sekaligus Koordinator Bapilu Bali-Nusa Tenggara, Herman Hayong, memberikan pesan kuat tentang identitas Golkar.
"Golkar bukan partai figur. Golkar adalah partai sistem. Tidak ada sistem 'titip-titip'. Struktur kita berakar kuat dari daerah hingga pusat selama lebih dari 30 tahun. Kekuatan kita ada pada kaderisasi, bukan pada individu semata," tegas Herman.
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar NTT, FX Alain Niti Susanto, mengapresiasi langkah progresif Musda VI Lembata. Ia menekankan bahwa keterlibatan perempuan dan pemuda adalah kunci keberlanjutan politik partai di era demokrasi modern.
Ketua DPD lama, Petrus Gero, dalam sambutannya menyebut Musda ini sebagai momentum refleksi. Meski pada Pileg 2024 Golkar berada di posisi kedua setelah Partai Demokrat, serta menjadi runner-up di Pilkada, Gero optimis Golkar tetap relevan.
"Mudah-mudahan ke depan Golkar bisa memimpin lembaga legislatif maupun eksekutif. Saya yakin partai ini tetap hidup dan bergerak," ujar Gero sebelum secara simbolis menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Atawolo.
Dengan empat misi utama konsolidasi total hingga level desa, rekrutmen pemuda dan perempuan, transparansi manajemen, dan pembangunan kantor permanen Alexander Atawolo siap membawa Partai Golkar Lembata kembali menjadi kekuatan dominan di panggung politik lokal.
Pewarta : Sabatani
Editor: redaksi
