Forum Pemuda Bangkalan Bakal Laporkan Dugaan Pungli dan Penyelewengan Dana BOS di SDN Pesanggrahan 2 Kwanyar
Bangkalan || Wartapers.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan karut-marut pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan, Madura. Kali ini, Kepala Sekolah SDN Pesanggrahan 2, Kecamatan Kwanyar, menjadi sorotan dan bakal dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan oleh Forum Pemuda Bangkalan, (11/06/2026).
Rencana laporan tersebut dipicu oleh keresahan dan keluhan wali murid terkait adanya pungutan yang diduga fiktif, serta indikasi manipulasi Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) pada proyek renovasi perpustakaan sekolah.
Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun di lapangan, pihak sekolah diduga kuat melakukan pungutan kepada para siswa dengan dalih pengadaan gawang sepak bola untuk menunjang kegiatan olahraga. Namun ironisnya, meski uang iuran tersebut dikabarkan telah lunas ditarik dari kantong siswa, fisik gawang yang dijanjikan tak kunjung menampakkan wujudnya hingga saat ini.
"Kami menerima banyak keluhan dari wali murid terkait kejanggalan ini. Selain masalah iuran gawang yang tidak jelas fisiknya, kami juga mengendus adanya ketidakberesan dalam SPJ renovasi perpustakaan yang menggunakan dana negara," ujar perwakilan Forum Pemuda Bangkalan saat memberikan keterangan kepada media
Forum Pemuda Bangkalan menegaskan bahwa tindakan ini tidak bisa dibiarkan karena merugikan masyarakat dan mencederai integritas institusi pendidikan. Mereka mendesak Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan memeriksa kepala sekolah yang bersangkutan guna mengusut tuntas aliran dana tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah SDN Pesanggrahan 2 Kwanyar belum memberikan konfirmasi resmi terkait tudingan tersebut Dugaan praktik pungli iuran gawang fiktif dan manipulasi SPJ renovasi perpustakaan dari Dana BOS yang akan dilaporkan oleh Forum Pemuda Bangkalan.
Karena adanya keluhan dari wali murid mengenai iuran yang sudah lunas tetapi barangnya tidak ada, serta adanya indikasi ketidakberesan dalam laporan keuangan perpustakaan.
Pihak sekolah menarik iuran dari siswa dengan dalih pengadaan fasilitas olahraga, namun realisasinya diduga fiktif, sehingga memicu Forum Pemuda Bangkalan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum Dinas Pendidikan.
penulis Mukri
Editor: redaksi
