Anastasia Nyoa Tukan, Siswi Kelas XI Percepatan SMAN 2 Raih Juara I Lomba Pembuatan Resensi Buku Tingkat SMA se Kabupaten Lembata
LEMBATA – Wartapers.com - Anastasia Nyoa Tukan, siswi kelas XI Percepatan SMAN 2 Nubatukan (SMANDU), menjadi sorotan utama saat menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp5 juta, piagam penghargaan, dan trofi sebagai Juara I Lomba Pembuatan Resensi Buku pada Festival Literasi Kabupaten Lembata Tahun 2026. Ajang prestisius ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata dengan Perpustakaan Nasional RI.
Di hadapan orang tua, guru, dan rekan sejawatnya, Nyoa Tukan menyampaikan ungkapan yang sarat makna: “Seorang anak yang cerdas lahir dari rumah yang suka membaca.” Pernyataan ini bukan sekadar ekspresi syukur atas kemenangan personal, melainkan sebuah pengakuan epistemologis bahwa keberhasilan akademiknya adalah buah dari internalisasi budaya literasi yang ditanamkan secara konsisten oleh keluarga dan institusi pendidikan sejak dini.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo Tuaq, pada Sabtu (20/6/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK/MA Yohanes Mamun Sabaleku, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Anselmus Asan Ola, Ketua Komite Sekolah Yohanes Tifaona, serta Kepala SMANDU Cletus Laba.
Bunda Literasi menilai prestasi Nyoa Tukan sebagai indikator empiris bahwa gerakan literasi di Lembata mulai menemukan momentum signifikan.
“Saya memberikan apresiasi kepada anak Nyoa Tukan, kepala sekolah, para guru, dan komite atas pencapaian ini. Kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga terima kasih karena telah konsisten menghadirkan ruang kreatif melalui Festival Literasi,” tegas Ursula.
Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Anselmus Asan Ola, menekankan urgensi adaptasi terhadap dinamika pendidikan kontemporer. Ia mengingatkan bahwa tantangan masa kini bergeser pada kapasitas kognitif dalam mengolah informasi, di mana literasi berfungsi sebagai instrumen vital untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi kompleksitas kehidupan.
Kehadiran Bunda Literasi di SMANDU memicu refleksi mendalam dari Kepala Sekolah, Cletus Laba. Ia melontarkan pertanyaan retoris yang menyoroti yurisdiksi pendidikan: secara de jure SMA berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi NTT, namun secara de facto operasionalnya berakar di Kabupaten Lembata.
“Mengapa Bunda Literasi sampai di sini, di bukit tandus nan gersang Lusikawak ini?” tanya Cletus.
Baginya, kehadiran tersebut bukan sekadar respons terhadap keterbatasan geografis, melainkan bentuk validasi terhadap proses panjang pembangunan karakter dan ekosistem literasi yang dibangun secara berkelanjutan oleh warga sekolah.
Korwas Yohanes Mamun Sabaleku menambahkan perspektif strategis: “Membaca adalah jendela dunia, tetapi literasi adalah kunci untuk membuka pintu masa depan.” Senada dengan itu, Ketua Komite Yohanes Tifaona menekankan pentingnya sinergi multipihak: “Prestasi anak bukan milik sekolah semata, melainkan kebanggaan kolektif seluruh keluarga dan masyarakat.”
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi
