Aksi Kompak Warga Dusun Rabajateh: Betonisasi Jalan Mandiri Jadi Tamparan Keras untuk Pemerintah
SAMPANG, wartapers.com – Gerakan solidaritas yang ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Rabajateh, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sacmpang, bukan sekadar isapan jempol.
Kecewa karena infrastruktur utama mereka bertahun-tahun diabaikan, warga setempat akhirnya mengambil tindakan nyata dengan melakukan perbaikan dan betonisasi jalan yang rusak parah secara swadaya dengan melalui beberapa proses, Senin 01/06/2026.
Beberapa tahapan juga di kerjakan oleh warga setempat mulai, penataan batu besar dan batu kerikil, tidak cukup tahap itu saja, proses pemadatan dengan alat bantu berupa alat berat seperti Wales dan hexavator yang didatangkan langsung dari salah satu kampus Politeknik Negeri Madura ( Poltera), Sabtu,31/05/2026.
Kolaborasi ini cukup banyak ditunggu warga setempat, dan warga setempat mengapresiasi atas aksi turun jalan tersebut. Ditengah gentingnya kodisi jalan yang tidak layak mereka berharap tetap menjadi prioritas utama demi menciptakan jalan yang lebih efektif bagi warga setempat dan sekitarnya.
Aksi gotong royong ini dipicu oleh kondisi jalan poros desa yang sudah lama berlubang dan hancur, sehingga sering kali mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas.
Karena tak kunjung ada kepastian dari pemerintah daerah, warga Rabajateh akhirnya sepakat bergerak bersama demi kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Guna mempercepat proses pembangunan agar jalan bisa segera dinikmati, warga membagi diri ke dalam tim-tim kecil. Teknis pengerjaan di lapangan dilakukan secara masif menggunakan tiga unit mesin pengaduk semen (molen) sekaligus, sehingga kualitas betonisasi tetap maksimal meskipun dikerjakan secara kolektif tanpa kontraktor profesional.
Seluruh pembiayaan proyek betonisasi ini murni bersumber dari hasil sumbangan sukarela warga setempat serta uluran tangan dari para donatur yang peduli.
Kendati menggunakan alat dan bahan material seadanya karena keterbatasan anggaran, antusiasme dan semangat gotong royong warga sama sekali tidak surut hingga pekerjaaan berjalan sesuai ekspektasi.
Aksi konkret ini secara tidak langsung menjadi "sentilan" sekaligus kontrol sosial yang nyata bagi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Warga menilai, lambatnya respons dari dinas terkait dalam membenahi infrastruktur desa memaksa masyarakat bawah untuk mengambil alih tugas negara dengan merogoh kocek pribadi dan uluran tangan donatur ,kepala desa dan warga setempat demi keamanan berkendara.
Secara gamblang, warga Dusun Rabajateh berharap aksi mandiri ini dapat membuka mata pemerintah pusat dan daerah untuk lebih serius memahami kondisi riil di tingkat desa.
Mereka menuntut agar pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga bisa dijadikan skala prioritas utama, bukan malah dibiarkan mati suri tanpa sentuh lembut dari orang-orang berdasi yang gagah dibelakang kursi hingga kondisi ini berlarut sampai bertahun-tahun.
Meski pengerjaan betonisasi kini berjalan lancar dan mulai memberikan dampak positif bagi pengendara nantinya, keterbatasan dana operasional masih menjadi kendala klasik yang membayangi warga.
Kondisi miris ini diharapkan menjadi evaluasi besar bagi para pengambil kebijakan agar tidak menutup mata atas perjuangan masyarakat yang harus bertaruh peluh demi mendapatkan akses jalan yang layak.
Kini, jalan poros Dusun Rabajateh telah lebih aman dan nyaman untuk dilewati berkat keringat warga dan para donatur . Meskipun rekontruksi betonisasi tidak sepenuhnya rampung, warga tetap berinisitif melanjutkan pekerjaan hingga nanti malam.
Gerakan ini menjadi bukti nyata yang cukup intens , dimana akses jalan merupakan langkah prioritas demi menciptakan desa lebih maju dan berpotensi.
Gerakan ini menjadi bukti otentik bahwa di tengah keterbatasan perhatian birokrasi, kekuatan solidaritas dan kepedulian bersama masyarakat mampu hadir sebagai solusi jangka pendek yang menyelamatkan hajat hidup orang banyak.
Redaksi

