“Yang Abadi Bukan Jabatan, Tapi Jejak Manfaat” – Kabid Ketenagaan Disdik Lembata:
LEWOLEBA, Wartapers.com - Ignasius Dewantoro Liarian, S. Fil atau yang akrab disapa Wanto Liarian, Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan (Guru dan Tenaga Kependidikan) Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, tampil sebagai perwakilan pimpinan dalam acara Serah Terima Jabatan dan Temu Pisah Kepala SD Negeri Normal, Kecamatan Buyasuri, Jumat (30/5).
Selain membacakan naskah seremonial, Wanto Liarian juga menyampaikan pesan mendalam tentang esensi kepemimpinan dan pengabdian yang menyentuh hati para pendidik yang hadir.
Bagi Wanto, kepemimpinan di dunia pendidikan dimulai dari seni bersyukur. Ia mengingatkan bahwa setiap individu harus mensyukuri anugerah hidup, menyadari keterbatasan manusia sebagai makhluk kecil di alam semesta, serta mengakui bahwa keberadaan kita sangat bergantung pada bantuan orang lain. Rendah hati, menurutnya, adalah fondasi utama sebelum seseorang diberi amanah memimpin.
Hal senada ia sampaikan terkait hubungan manusia dengan lingkungan. Wanto menekankan pentingnya menghormati alam, mengingat posisi manusia sebagai konsumen yang bergantung pada alam sebagai produsen. “Jangan merusak rumah yang memberi kita kehidupan,” pesannya singkat namun padat makna, mengajak para guru untuk menjadi teladan pelestarian bagi murid-murid mereka.
Namun, inti dari sambutannya terletak pada pandangan tentang masa jabatan. Menanggapi aturan maksimal delapan tahun (dua periode) bagi Kepala Sekolah, Wanto meluruskan persepsi bahwa hal ini bukan pembatasan, melainkan peluang emas untuk regenerasi. Menurutnya, masa bakti memang terbatas, tetapi dampak positif yang ditinggalkan bersifat abadi. Dengan membuka kesempatan bagi guru-guru berprestasi dan berdedikasi untuk memimpin, sistem pendidikan akan terus berkembang dinamis.
“Yang abadi bukanlah lama kita menjabat, melainkan kualitas manfaat yang kita tinggalkan bagi orang lain,” tegas Wanto. Ia mengapresiasi kinerja kepala sekolah sebelumnya yang telah mengabdi selama empat tahun enam bulan di SD Negeri Normal, melewati berbagai dinamika dengan keteguhan hati.
Di sisi akademik, Wanto menitipkan amanah berat kepada Penjabat Sementara (Plt.) Kepala SD Negeri Normal, Lukman Awaq, untuk segera membiasakan budaya literasi dan numerasi sesuai tuntutan Kurikulum Nasional. Membaca dan menulis, baginya, bukan sekadar kewajiban kurikulum, tapi kunci membuka cakrawala berpikir siswa sejak dini.
Menutup sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Ignasius Dewantoro Liarian meninggalkan kalimat penutup yang kelak mungkin akan menjadi pedoman banyak pendidik di daerah ini: “Setiap masa ada ceritanya, setiap jabatan ada tugasnya. Kunci utamanya adalah bagaimana kita memberikan manfaat sebesar-besarnya selama kita diberi kesempatan mengabdi.”
Pesan itu menegaskan bahwa di dunia pendidikan, gelar dan jabatan hanyalah sementara. Yang tersisa hanyalah jejak kebaikan yang tertanam di hati murid-murid dan rekan sejawat.
Sebenarnya acara ini juga dihadiri Kabid Pembinaan Sekolah Dasar, Petrus Lewan, Spd, tetapi beliau berhalangan hadir pada momen penting ini.
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi
