SMPN 4 Nubatukan Ciptakan “Jam Istirahat Pintar” dengan Quiz Literasi Tiga Kali Seminggu

 

Lembata, Wartapers.com - Di tengah kekhawatiran menurunnya skor literasi dalam Rapor Mutu Pendidikan, SMP Negeri 4 Nubatukan mengambil langkah inovatif: mengubah jam istirahat menjadi momen belajar yang menyenangkan. Sejak awal tahun ajaran ini, sekolah menggelar Quiz Literasi Rutin tiga kali seminggu, setiap Senin, Rabu, dan Jumat, selama 30 menit di waktu istirahat.

Kegiatannya pun bervariasi agar tidak membosankan. Hari Senin diisi dengan “Quiz Bedah Lirik”, di mana siswa menganalisis makna lagu-lagu populer atau daerah. Rabu, giliran “Quiz Koran Mini”, berupa teka-teki dan pertanyaan berbasis artikel singkat yang dibuat tim guru. Sementara Jumat, suasana lebih seru dengan “Quiz Tebak Kata”, yang melatih perbendaharaan kata dan pemahaman konteks.

“Dasar kami sederhana: hasil evaluasi menunjukkan kemampuan literasi siswa menurun. Kami ingin membalik itu dengan cara yang tidak terasa seperti pelajaran, tapi tetap bermakna,” ungkap Stefanus Ola Begu, S.Fil, Kepala SMPN 4 Nubatukan kepada media ini belum lama ini.

Langkah ini menurut Stef, ternyata membuahkan hasil. Dalam kurun waktu beberapa bulan, terjadi peningkatan nyata dalam kemampuan siswa memahami dan menganalisis teks informasi. Yang lebih menggembirakan, partisipasi siswa dalam quiz mingguan terus meningkat, banyak yang bahkan datang lebih awal hanya untuk ikut kuis!

Stef mengatakan, program ini didukung penuh oleh Tim Perpustakaan SMPN 4, yang terdiri atas Yusi Windari, S.Pd; Helena Peni, A.Md; Yustina Solot, S.Pd; dan Arnoldus Ngamal, S.Pd.

"Mereka tak hanya menyediakan soal, tapi juga menciptakan suasana kompetitif yang sehat dan penuh tawa," tuturnya.

Stef juga mengatakan, dukungan sarana dan prasarana pun mengalir, setidaknya sekolah mengalokasikan dana dari BOS untuk kebutuhan ATK dan hadiah simbolis, sementara Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah memberikan satu paket buku bacaan menarik untuk memperkaya koleksi perpustakaan dan memicu minat baca siswa.

Ia juga mengapresiasi antusiasme siswa yang mencapai puncaknya pada 2 Mei 2026, saat diadakan perlombaan antar kelas yang mempertandingkan tim terbaik dari tiap quiz. Lomba tersebut sukses besar, sehingga sekolah berencana menggelar event serupa dalam dua agenda besar mendatang: Kemah Pramuka Agustus 2026 dan Bulan Bahasa Oktober 2026.

“Literasi bukan soal hafalan, tapi soal kebiasaan,” tegas Stefanus. “Kalau kita bisa membuat anak-anak senang berinteraksi dengan teks apa pun bentuknya, kita sudah menanam benih yang akan tumbuh jadi pemikir kritis di masa depan.”


Pewarta: Sabatani

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...