Perpusnas Dukung Penuh Festival Literasi Lembata 2026 via Dana DAK Nonfisik
LEWOLEBA – Wartapers.com - Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata kembali menggelar Festival Literasi 2026 yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.
Didukung penuh oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melalui alokasi Dana Alokasi Umum (DAK) Nonfisik sebesar Rp. 650 juta, festival ini bertujuan meningkatkan budaya baca dan kreativitas masyarakat.
Rangkaian kegiatan Jambore Literasi akan dibuka secara resmi oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, pada 10 Mei 2026 di halaman depan kantor DKP Lembata, berlangsung hingga 12 Mei 2026 dengan sembilan kegiatan unggulan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Ola Bahi, mengungkapkan bahwa dukungan aktif Perpusnas tahun ini sangat signifikan dalam memperluas cakupan acara. Tidak hanya sekadar seremonial, festival ini dirancang untuk menyentuh semua lapisan usia dan profesi.
"Dana DAK Nonfisik dari Perpustakaan Nasional tahun ini benar-benar menjadi napas bagi kami untuk meningkatkan budaya baca dan kreativitas masyarakat Lembata," ujar Kadis Anselmus Ola Bahi kepada media ini, belum lama ini.
Kadis Anselmus merinci bahwa ajang kompetisi tahun ini jauh lebih beragam. Untuk tingkat pelajar, menurut Kadis Anselmus, panitia menyiapkan Lomba Bertutur khusus siswa SD/MI, Lomba Resensi Buku untuk jenjang SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA, serta Lomba Video Konten Literasi yang terbuka bagi masyarakat umum.
"Kami ingin memastikan bahwa literasi tidak hanya berhenti di buku, tapi juga diekspresikan melalui seni bercerita dan konten digital kreatif," tambah Kadis Anselmus.
Tak hanya berlomba, aspek peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Agenda lain yang akan dilaksanakan adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang diperuntukkan bagi para guru, pustakawan, dan pegiat literasi di Kabupaten Lembata.
"Para guru dan pustakawan akan dibekali kemampuan mengubah kearifan lokal menjadi karya tulis yang menarik, sehingga cerita rakyat kita tidak punah," jelas Kadis Anselmus.
Kadis Anselmus juga mengataksn, puncak acara pada 10-12 Mei 2026 nanti akan diisi dengan kegiatan yang sangat aplikatif dan memamerkan hasil nyata pembangunan literasi. Pengunjung dapat mengikuti sesi Bedah Buku, Talk Show inspiratif, serta Pameran Hasil Karya dari sekolah-sekolah dan desa-desa penerima program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Keunikan festival ini juga terletak pada 'Klinik' yang mengangkat potensi lokal, seperti Klinik Budaya (titi jagung & tenun) dan Klinik Lingkungan (tanam air).
Ketua Panitia Festival, Frans Sabaleku, menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang. "Kami berkomitmen menyajikan festival yang tidak hanya meriah tetapi juga bermakna bagi masyarakat Lembata," ujarnya.
Frans Sabaleku menambahkan, "Dukungan dari Perpusnas dan Pemkab Lembata menjadi kunci sukses acara ini. Kami harap festival ini dapat terus berlanjut tahun depan dengan partisipasi yang lebih luas," pungkasnya.
Pewarta : Floni.Making
Editor: redaksi
