Pernyataan Kontroversial Ketua PGRI Bangkalan Jengkelkan Pers dan LSM, Aksi Demo 700 Orang Tetap Digelar
Bangkalan || Wartapers.com - Gelombang protes dari kalangan insan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat LSM di Kabupaten Bangkalan tampaknya belum kunjung mereda. Meskipun Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI Kabupaten Bangkalan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, rencana aksi demonstrasi besar-besaran dipastikan akan tetap dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 mendatang.
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Ketua PGRI Bangkalan yang dinilai menyudutkan profesi wartawan dan LSM. Dalam sebuah pernyataan, ia menyebut bahwa "penyakitnya kepala sekolah dan guru tidak terlepas dari media dan LSM." Kalimat tersebut sontak memantik kemarahan para aktivis dan pekerja media yang menganggapnya sebagai bentuk perendahan terhadap profesi mereka.
Surat Pemberitahuan Aksi Telah Dikirim Sebagai bentuk respons konkret, Fast Respon Indonesia Center FRIC DPW Jawa Timur bersama sejumlah aktivis Bangkalan telah resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi damai kepada Kepolisian Resor Polres Bangkalan dan pihak PGRI setempat.
Berdasarkan surat pemberitahuan tersebut, estimasi massa yang akan turun ke jalan diperkirakan mencapai 700 orang. Massa yang terdiri dari berbagai elemen media, aktivis, dan organisasi masyarakat ormas sipil ini dijadwalkan akan mengepung kantor PGRI Kabupaten Bangkalan.
"Aksi ini merupakan bentuk perlawanan moral terhadap pernyataan yang kami nilai sangat tidak pantas dan merendahkan marwah profesi wartawan serta lembaga swadaya masyarakat," ujar Hanif salah satu perwakilan aktivis Bangkalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat dilaporkan tengah melakukan persiapan pengamanan guna memastikan aksi unjuk rasa pada akhir pekan nanti dapat berjalan dengan aman dan tertib.
Aksi demonstrasi besar-besaran oleh sekitar 700 massa pers dan LSM akibat pernyataan kontroversial Ketua PGRI Bangkalan.
Bangkalan sebagai terlapor pemicu, serta kelompok media, aktivis LSM, dan FRIC DPW Jawa Timur sebagai massa aksi Karena pernyataan Ketua PGRI Bangkalan yang menyebut "penyakit kepala sekolah dan guru tidak terlepas dari media dan LSM" dinilai merendahkan profesi mereka, dan permohonan maaf terbuka dinilai belum cukup meredam situasi.
Aksi demonstrasi dijadwalkan pada Jumat, 29 Mei 2026 Di kantor PGRI Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Protes dilakukan secara resmi dengan mengirimkan surat pemberitahuan aksi damai ke Polres Bangkalan terlebih dahulu, lalu menggalang estimasi 700 massa untuk mengepung kantor PGRI (26/05/2026).
Pewarta: MK
Editor: redaksi
