Korcam SPPG Kwanyar Disorot, Diduga Tebang Pilih Kuota PM dan Abaikan Sejumlah Sekolah
Bangkalan || Wartapers.com - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, kembali menuai sorotan tajam. Koordinator Kecamatan KorcamSPPG Kwanyar, Alfia, kini menjadi pusaran kritik lantaran diduga tidak adil dan tebang pilih dalam membagikan kuota Penerima Manfaat (PM) ke dapur-dapur SPPG di wilayah tersebut.
Akibat kebijakan tersebut, terjadi ketimpangan yang mencolok. Salah satu dapur di wilayah Kwanyar dilaporkan mengalami kelebihan muatan (overload) dalam menangani program MBG.
Sebaliknya, ironi justru terjadi di wilayah timur Kecamatan Kwanyar, di mana sedikitnya ada delapan lembaga pendidikan yang hingga kini belum pernah tersentuh program pemenuhan gizi tersebut sama sekali.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam bagi para wali murid. Mereka merasa anak-anak mereka dianaktirikan dalam program nasional ini.
"Kenapa sekolah anak saya seperti dianaktirikan? Sementara sekolah-sekolah lain sudah tercover MBG," ungkap salah satu wali murid dengan nada kecewa.
Di sisi lain, pihak dapur terdekat mengaku tidak bisa berbuat banyak. Mereka menyatakan masih menunggu instruksi dan arahan resmi dari Korcam SPPG Kwanyar terkait perluasan jangkauan atau penambahan kuota untuk sekolah-sekolah yang belum terakomodasi.
Kritik masyarakat pun melebar pada efektivitas kinerja Alfia yang diketahui merangkap jabatan sebagai Kepala SPPG Kecamatan Modung. Meski secara regulasi rangkap jabatan tersebut tidak melanggar aturan, warga menilai hal itu memecah fokus kerja sehingga mengorbankan asas pemerataan di Kwanyar.
“Boleh saja rangkap jabatan, tapi tanggung jawab sebagai Korcam di Kwanyar harus tetap jalan. Sampai sekarang masih ada delapan lembaga pendidikan yang belum tersentuh MBG,” ujar wali murid lainnya.
Menyikapi polemik ini, warga dan wali murid mendesak adanya transparansi dan evaluasi total terhadap sistem distribusi kuota PM di Kwanyar. Jika tidak ada perbaikan nyata dalam waktu dekat, mereka menuntut tindakan tegas.
“Kalau memang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik dan adil, lebih baik mundur saja,” tegasnya. pada hari kamis (21/05/2026).
Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan guna mengevaluasi mekanisme distribusi MBG di Kwanyar. Langkah cepat sangat diperlukan agar program strategis yang bertujuan meningkatkan gizi generasi penerus ini dapat terealisasi secara merata, tepat sasaran, dan bersih dari praktik tebang pilih.
Pewarta: MK
Editor: redaksi
