Ketua Panitia: Lembata Fishing Tournament Jadi Pintu Promosi Wisata Bahari Dunia
LEWOLEBA — Wartapers.com - Ketua Panitia Lembata Fishing Tournament 2026, Heribertus Tanatawa, menegaskan bahwa turnamen memancing perdana berskala nasional dan internasional ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum memperkenalkan potensi laut dan wisata bahari Kabupaten Lembata ke mata dunia.
“Lembata punya laut yang luar biasa, dengan arus dan kekayaan spesies ikan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta sport fishing. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan potensi bahari dan wisata maritim Lembata ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Heribertus saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan Lembata Fishing Tournament 2026 di Pelataran Ex Harnus Lewoleba, Sabtu (23/5/2026).
Ajang yang mengusung tema “Strike Bersama, Tingkatkan Persaudaraan: Dari Lembata untuk Indonesia dan Dunia” itu resmi dibuka oleh Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Dinas Perikanan Kabupaten Lembata.
Suasana pembukaan berlangsung meriah. Ratusan warga, peserta, dan tamu undangan memadati lokasi acara untuk menyaksikan dimulainya turnamen memancing pertama di Lembata yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah dan negara.
Heribertus mengatakan, selain mempromosikan wisata maritim, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir serta mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian laut dari praktik penangkapan ikan yang merusak.
Turnamen berlangsung selama dua hari, 23–24 Mei 2026, dengan pusat kegiatan di Pantai Wulen Luo. Para peserta akan berburu ikan di sejumlah spot memancing yang telah ditentukan di sekitar perairan Lembata.
Sebanyak 18 tim dengan total 75 peserta turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Para angler datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Kupang, Bali, Surabaya, dan Kepulauan Selayar. Peserta mancanegara juga ikut meramaikan turnamen, yakni dari Timor Leste, Malaysia, dan Australia.
Momen menarik terjadi saat seremoni pembukaan ketika Bupati Petrus Kanisius Tuaq menyerahkan joran pancing secara simbolis kepada James, peserta asal Australia, sebagai bentuk penghormatan dan sambutan bagi tamu internasional. Bupati juga menyerahkan Piala Bergilir Bupati Lembata kepada Pembina Panitia Benediktus Lelaona sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Lembata Fishing Tournament 2026 memperebutkan total hadiah sebesar Rp181 juta. Juara pertama akan membawa pulang hadiah Rp75 juta, disusul juara II dan III. Panitia juga menyediakan sejumlah kategori penghargaan lain seperti total tangkapan terberat, spesies terberat untuk ikan kerapu, tuna, dan ruby, serta penghargaan bagi kapten terbaik.
Pendanaan kegiatan berasal dari APBD Kabupaten Lembata Tahun 2026, kontribusi pendaftaran peserta, dan dukungan sponsor.
Dalam sambutannya, Bupati Petrus Kanisius Tuaq mengapresiasi kerja keras panitia dan tingginya antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah dan negara.
“Ini langkah awal untuk mempromosikan Lembata sebagai destinasi wisata bahari. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan tahun depan dilaksanakan lebih besar lagi,” katanya.
Acara pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, BUMN/BUMD, mitra pariwisata, kepala desa wisata, sponsor, insan media, serta seluruh peserta turnamen.
Menutup laporannya, Ketua Panitia Heribertus Tanatawa mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mengutamakan keselamatan selama berlaga di laut.
“Selamat bertanding. Utamakan keselamatan, jalin persaudaraan, dan strike!” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Turnamen kini resmi dimulai dan perhatian publik tertuju pada siapa yang akan membawa pulang Piala Bergilir Bupati Lembata pada penutupan turnamen di Pantai Wulen Luo.
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi
