Gerakan Jam Belajar Masyarakat Resmi Diluncurkan, Pemprov NTT Fokus Bangun Budaya Belajar di Rumah
Kupang , Wartapers.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi memperkenalkan Peraturan Gubernur tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak dan membangun budaya belajar di lingkungan masyarakat.
Program yang mengusung tema “Melki-Johni Ajak Belajar” itu diumumkan dalam konferensi pers di Lobby Utama Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026). Kebijakan tersebut mulai diperkenalkan kepada masyarakat sejak 26 Mei 2026 dan akan diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah NTT.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan Gerakan Jam Belajar Masyarakat lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan keterlibatan yang lebih kuat dari orang tua dalam proses pendidikan anak.
Menurutnya, lingkungan keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan kebiasaan belajar anak. Karena itu, pemerintah mendorong setiap keluarga menyediakan waktu khusus bagi anak untuk belajar di rumah dengan pendampingan orang tua.
Ia menjelaskan, kegiatan belajar yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan pelajaran sekolah, tetapi juga mencakup pendidikan karakter, pembentukan disiplin, serta penguatan nilai budaya dan keterampilan hidup sesuai kondisi lingkungan masing-masing keluarga.
“Belajar tidak harus selalu dalam bentuk akademik. Anak juga bisa belajar melalui aktivitas keseharian bersama orang tua yang memberi nilai pendidikan dan pengalaman hidup,” ungkapnya.
Pemprov NTT menilai keterlibatan keluarga menjadi penting karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan lingkungan sosial dibandingkan di sekolah. Dengan adanya gerakan ini, pemerintah berharap tercipta suasana belajar yang positif sekaligus membantu mengurangi pengaruh negatif terhadap anak-anak dan remaja.
Selain membangun karakter, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT melalui penguatan kemampuan akademik, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan sejak usia dini.
Pemerintah Provinsi NTT berharap Gerakan Jam Belajar Masyarakat dapat menjadi gerakan bersama yang didukung sekolah, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, media, hingga pemerintah desa demi menciptakan generasi muda NTT yang lebih unggul dan berdaya saing.
Pewarta: unny
Editor: redaksi
