Dugaan Pemotongan Dana PIP di SDN 1 Dlemer Kwanyar Bangkalan, Wali Murid Pertanyakan Alasan Uang Lembur
Bangkalan || Wartapers.com - Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 1 Dlemer, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, menuai sorotan tajam dari wali murid. Bantuan pendidikan yang seharusnya diterima penuh oleh siswa dari keluarga kurang mampu diduga justru dipotong dengan alasan uang lembur. Persoalan ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai transparansi penyaluran bantuan pemerintah di lingkungan sekolah dasar tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pemotongan terjadi setelah dana PIP dicairkan kepada siswa penerima manfaat. Sejumlah wali murid mengaku diminta menyerahkan sebagian uang kepada pihak tertentu dengan alasan biaya administrasi dan uang lembur karena telah membantu proses pencairan bantuan.
Namun hingga kini, tidak ada penjelasan resmi mengenai dasar aturan maupun rincian penggunaan uang yang diminta tersebut. Situasi itu membuat banyak orang tua siswa merasa kecewa dan mempertanyakan kejelasan pengelolaan dana bantuan pendidikan.
“Kalau memang itu bantuan dari pemerintah untuk anak sekolah, kenapa masih harus dipotong lagi? Kami ini orang kecil, uang itu sangat berarti untuk kebutuhan sekolah anak,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa. Ia menilai alasan uang lembur terdengar janggal karena proses pencairan bantuan seharusnya menjadi bagian dari pelayanan, bukan alasan untuk meminta potongan dari dana siswa penerima bantuan.
Pernyataan serupa juga disampaikan beberapa wali murid lain yang mengaku memilih diam karena khawatir anaknya mendapat perlakuan berbeda di sekolah. Rabu, (13-05-2026).
Program Indonesia Pintar sendiri merupakan bantuan sosial di bidang pendidikan yang bertujuan membantu siswa agar tetap bisa bersekolah dan tidak putus pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Dana tersebut semestinya digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, seragam, alat tulis, hingga kebutuhan belajar lainnya. Karena itu, dugaan adanya pemotongan dengan dalih uang lembur dinilai mencederai semangat program pemerintah yang seharusnya berpihak kepada masyarakat kecil.
Masyarakat pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan dan aparat terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Warga menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak siswa penerima bantuan negara.
Jika dugaan tersebut benar terjadi, maka tindakan itu dinilai bukan hanya melukai rasa keadilan para wali murid, tetapi juga mencoreng dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat membangun kejujuran dan integritas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN 1 Dlemer Kwanyar Bangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan dana PIP maupun alasan adanya permintaan uang lembur kepada wali murid.
Publik kini menunggu keberanian pihak terkait untuk membuka fakta sebenarnya, sebab bantuan pendidikan untuk anak-anak kurang mampu seharusnya tidak menjadi ruang bagi praktik yang menimbulkan kecurigaan dan keresahan masyarakat.
Pewarta : MK
Editor : redaksi
