Dua Lukisan Ludes di Hari Pertama, Stand SMA Negeri 2 Nubatukan Bikin Festival Literasi Makin Semarak
Suasana stand pun semakin ramai. Para siswa yang menjaga stand tampak bahagia karena karya mereka mendapat apresiasi langsung dari pengunjung festival.
Di antara sekian banyak karya yang dipamerkan, terdapat pula lukisan wajah Linus Lusi yang menarik perhatian pengunjung. Linus Lusi dikenal sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTT. Lukisan tersebut menjadi salah satu spot yang cukup sering didatangi pengunjung untuk melihat lebih dekat hasil kreativitas para siswa.
Kepala SMA Negeri 2 Nubatukan, Cletus Waleng, mengatakan bahwa keterlibatan siswa dalam pameran lukisan menjadi bagian penting dalam membangun keberanian, kreativitas, dan budaya literasi di sekolah.
“Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan para siswa. Karya mereka diapresiasi dan bahkan langsung dibeli pada hari pertama. Tentu ini memotivasi siswa untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat mereka,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Literasi Lembata bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas di hadapan publik.
Selain SMA Negeri 2 Nubatukan, pameran dan festival literasi tersebut juga diikuti berbagai peserta lain seperti Penerbit Nusa Indah Ende, SLB Lembata, SD Inpres Tokojaeng, dan Komunitas Bereun.
Salah seorang guru dari SDK 2 Lewohala, Odilia Falentina Perada, menilai Festival Literasi Lembata menjadi kegiatan positif karena menghadirkan beragam aktivitas edukatif dan budaya dalam satu ruang bersama.
“Festival ini sangat baik karena anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga mengenal budaya dan permainan tradisional. Ada lomba bertutur, klinik budaya, titi jagung, permainan rakyat, sampai klinik tanam air. Kegiatan seperti ini membuat literasi terasa hidup dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Festival Literasi Lembata direncanakan berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 12 Mei 2026, dan diikuti sekitar 42 peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Berbagai kegiatan ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari pameran buku, lukisan, pojok baca, pertunjukan seni, hingga kegiatan literasi kreatif lainnya.
Keberhasilan penjualan dua lukisan di hari pertama menjadi penyemangat tersendiri bagi para siswa untuk terus percaya diri menghasilkan karya-karya kreatif yang bernilai seni dan edukasi.
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi
