Dua Hari Gelap Gulita, Kinerja ULP PLN Bangkalan Disorot Tajam Pelanggan
BANGKALAN || Wartapes.com - Kualitas pelayanan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bangkalan tengah menjadi sorotan publik. Hal ini dipicu oleh lambannya respons penanganan gangguan listrik yang dialami konsumen hingga memakan waktu dua hari berturut-turut. Akibatnya, aktivitas domestik Pelangan lumpuh total dan memicu gelombang kekecewaan terhadap kredibilitas BUMN penyedia listrik tersebut.
Seorang pelanggan yang terdampak mengungkapkan bahwa laporan kerusakan telah dilayangkan sejak dua hari lalu melalui kanal resmi. Namun, hingga Jumat (08/05/2026), belum ada tanda-tanda kehadiran petugas teknis di lokasi untuk melakukan normalisasi jaringan.
"Listrik padam sudah masuk hari kedua, kami sudah melapor berkali-kali, tapi sampai detik ini belum ada tindakan nyata. Banyak kebutuhan rumah tangga dan pekerjaan kami yang terhambat total. Kami merasa hak sebagai pelanggan diabaikan," ujar konsumen yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat,08/05/2026.
Kontradiksi Klaim Manajemen dan Fakta Lapangan Merespons keluhan tersebut, Manajer ULP PLN Bangkalan menyatakan bahwa pihaknya telah memonitor laporan yang masuk dan mengeklaim telah menurunkan tim ke lapangan.
"Sudah kami monitor dan sudah kami instruksikan ke petugas di lapangan untuk segera ditangani," klaim Manager saat dikonfirmasi oleh awak media.
Namun, pernyataan manajemen tersebut berbanding terbalik dengan fakta teknis di lapangan. Hasil penelusuran lebih lanjut mengungkap adanya kendala spesifik yang menyebabkan penanganan berjalan lambat Petugas teknis di lapangan mengakui adanya kerusakan infrastruktur yang belum teratasi.
"Kendalanya masih ada kabel yang lepas di wilayah Desa Binoh," ungkap salah satu petugas lapangan saat memberikan penjelasan singkat mengenai titik gangguan.
Krisis kepercayaan pelanggan akibat kelambatan respons ULP PLN Bangkalan dalam menangani gangguan listrik selama 48 jam.
Pelanggan PLN Bangkalan, Manajer ULP PLN Bangkalan (sebagai pembuat kebijakan), dan petugas teknis lapangan (eksekutor).
Wilayah layanan PLN Bangkalan, dengan titik kerusakan krusial teridentifikasi di Desa Soket Laok Terjadi selama dua hari terakhir, terhitung hingga Jumat, (8/5/2026).
Ketidak sinkronan antara instruksi manajemen dan eksekusi di lapangan, yang diperparah oleh kendala teknis berupa kabel lepas di Desa Binoh yang tak kunjung tersambung.
Meski pelanggan telah menempuh prosedur pelaporan resmi, penanganan dinilai stagnan Manajemen mengklaim sudah memberikan instruksi, namun fakta lapangan menunjukkan perbaikan masih terkendala infrastruktur yang belum tertangani secara cepat dan tepat.
Lambatnya penanganan ini menjadi preseden buruk bagi pelayanan publik di Bangkalan. Masyarakat mendesak PLN untuk tidak hanya memberikan janji administratif, tetapi menunjukkan langkah konkret di lapangan, mengingat listrik menyangkut hajat hidup orang banyak.
Pewarta: MK
Editor: redaksi
