Dorong Kualitas Hunian, Menteri PKP Maruarar Sirait Luncurkan Program BSPS 2026 di Bangkalan
Bangkalan || Wartapers.com - Langkah nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus memacu roda ekonomi di Pulau Madura mulai digulirkan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, secara resmi meluncurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bangkalan.
Program ini tidak hanya berfokus pada renovasi fisik bangunan, tetapi juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyediaan hunian yang layak dan sehat.
Peluncuran dan sosialisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 dengan alokasi anggaran besar untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan para penerima manfaat di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Diluncurkan secara resmi untuk tahun anggaran 2026 (sebagai langkah percepatan pembangunan di awal Untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Bangkalan, meningkatkan kesehatan masyarakat melalui hunian yang standar, serta menstimulus ekonomi daerah melalui penggunaan material lokal dan tenaga kerja setempat (4/05/2026).
Melalui skema bantuan dana stimulan yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di mana proses pengerjaannya dilakukan secara swadaya atau gotong royong dengan pengawasan ketat agar tepat sasaran.
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026. Program ini menargetkan ribuan rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni untuk mendapatkan bantuan renovasi Dalam keterangannya, Menteri Maruarar menegaskan bahwa Bangkalan menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah pusat karena potensi pengembangan wilayahnya yang besar.
"Kami ingin memastikan rakyat di Bangkalan memiliki rumah yang sehat dan layak. BSPS ini adalah stimulan, semangatnya adalah gotong royong," ujar Maruarar.
Selain meningkatkan kualitas hunian, program ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat melalui perputaran ekonomi di sektor bahan bangunan. "Alokasi anggaran yang besar ini harus berdampak langsung pada ekonomi daerah. Materialnya beli di toko bangunan lokal, pekerjaanya melibatkan tetangga sekitar," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyambut baik program ini sebagai solusi konkret atas masalah pemukiman kumuh dan kesehatan lingkungan di wilayah tersebut. Dengan adanya BSPS 2026, diharapkan angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan melalui intervensi sektor perumahan yang komprehensi.
Pewarta: MK
Editor: redaksi
