gambar

“Doa Orang Tua Adalah Bahan Bakar Pembangunan” – Wabup Lembata: Lansia Hebat, Lembata Kuat

 


LEWOLEBA, Wartapers.com - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik dan derasnya arus informasi digital, Pemerintah Kabupaten Lembata justru memilih untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan mendengarkan suara para tetua.

Jumat pagi (29/5) di Halaman Kantor Bupati Lama, suasana terasa berbeda. Bukan karena kemewahan dekorasi, tapi karena kehadiran ratusan Lansia—para orang tua yang rambutnya telah memutih, namun matanya masih tajam memandang masa depan daerah ini. Di sinilah, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir resmi membuka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dengan tema yang menggugah: “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya, Lansia Hebat Lembata Kuat.”

Bagi Wabup Nasir, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari panjang jalan atau tinggi gedung. “Bangsa yang besar bukan sekadar bangsa yang canggih teknologinya,” tegasnya. “Tapi bangsa yang tahu cara menghargai orang tuanya. Pengalaman hidup mereka adalah kompas bagi generasi muda yang sering tersesat di tengah badai informasi.”

Ia mengingatkan bahwa di era digital ini, kebijaksanaan lansia justru menjadi benteng terakhir melawan hoaks dan perpecahan. “Kita butuh literasi digital, ya. Tapi kita lebih butuh ‘literasi hati’—yang diajarkan oleh orang tua kita di rumah,” ujarnya sambil mengajak masyarakat bijak bermedia sosial.

Namun, peringatan ini bukan sekadar pidato. Bukti nyata perhatian pemerintah terlihat saat Dinas Kesehatan Lembata menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) lengkap. Ratusan lansia antre dengan sabar untuk memeriksa kolesterol, asam urat, gula darah, hingga tekanan darah. Ini adalah bentuk komitmen bahwa kesehatan lansia adalah prioritas, bukan pelengkap.

Momen paling haru terjadi ketika Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, yang baru saja menyelesaikan agenda lain, menyempatkan diri hadir. Ia tidak berdiri di podium. Ia turun ke bawah, berjalan di antara kursi-kursi peserta, bersalaman, dan bercanda ringan dengan para lansia. Tawa renyah pecah sesekali, mencairkan ketegangan formalitas acara.

“Ini bukti bahwa pemimpin kita tidak jauh dari rakyatnya,” bisik salah satu peserta lansia dengan mata berkaca-kaca.

Acara juga dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, sebagai simbol rasa syukur atas berkat umur panjang dan kesehatan yang diberikan Tuhan.

Di penghujung sambutannya, Wabup Nasir menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: “Kami membangun jembatan, kami memperbaiki puskesmas, kami membuka lapangan kerja. Tapi tanpa doa restu dari Bapak dan Ibu sekalian, semua itu akan hampa. Doa orang tua adalah bahan bakar utama pembangunan Lembata.”

Melalui HLUN ke-30 ini, Pemkab Lembata ingin mengirim pesan jelas: Lansia bukan beban. Mereka adalah aset. Dan selama Lembata merawat lansianya dengan hormat, maka Lembata akan tetap kuat.

Pewarta: Floni Making

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...