Sopir Mengantuk Terperosok ke Parit , Implikasi Lahan Warga dan Infrastruktur Rusak

SAMPANG , wartapers.com — Kecelakaan tunggal melanda sebuah truk di Jalan Raya Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB ini mengakibatkan kendaraan keluar jalur hingga terperosok ke dalam parit milik warga, Selasa 07/04/2026.

​Berdasarkan investigasi di lapangan, truk tersebut dikemudikan oleh Nurul Hidayat (29), seorang warga Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Sampang. Kendaraan diketahui bernomor polisi M-9478-UN tengah melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan sedang. Namun, setibanya di titik lokasi, truk mendadak kehilangan arah dan oleng ke sisi kiri jalan secara tidak terkendali.

​Dugaan kuat sementara menyebutkan bahwa pengemudi dalam kondisi mengantuk berat saat mengoperasikan kendaraan. Hilangnya konsentrasi tersebut membuat sopir gagal mengantisipasi laju truk, sehingga kendaraan menghantam bahu jalan dan berakhir di dalam parit sedalam beberapa meter yang berbatasan langsung dengan area persawahan.

​Implikasi dari kecelakaan ini tidak hanya merusak kondisi fisik truk, tetapi juga menghantam lahan pertanian milik warga setempat bernama Muhammad Nur. Selain itu, infrastruktur jalan berupa plengsengan di sepanjang jalan Raya Jrengik dilaporkan hancur sepanjang kurang lebih 4 meter akibat hantaman keras badan kendaraan tersebut.

​Kapolsek Jrengik, AKP Sunarno, S.H., mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, meskipun kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah.

"Kami telah bergerak cepat mendatangi TKP untuk mengamankan barang bukti dan memastikan kelancaran arus lalu lintas. Kasus ini kini telah kami limpahkan ke Unit Laka Lantas Polres Sampang," tegas AKP Sunarno saat memberikan keterangan resmi dalam insiden laka tersebut. 

​Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak kepolisian mengimbau dengan tegas kepada para pengendara, terutama sopir angkutan logistik, untuk lebih mementingkan keselamatan dan tingkat degradasi kecelakaan untuk beristirahat jika merasa lelah.

Menurutnya , jam-jam dini hari dinilai sebagai waktu rawan kecelakaan akibat menurunnya tingkat kewaspadaan fisik, sehingga kondisi prima menjadi syarat mutlak dalam berkendara.


Redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...