Rakor Lintas Sektor di Lembata, Perkuat Literasi dari Sekolah hingga Desa
Lembata, Wartapers.com - Bagai gayung bersambung, upaya membangun budaya literasi di Kabupaten Lembata terus digelorakan secara kolaboratif lintas sektor, dari sekolah hingga desa sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata terus melakukan inovasi demi meningkatkan literasi. Setelah sebelumnya dinas yang dinahkodai putra Adonara Ansel Ola Bahi ini tampil dengan sejumlah kemasan program seperti Perpustakaan Goris Keraf go To School, Wisata Literasi dan Perpustakaan masuk rumah ibadah, dinas ini juga menyasar sejumlah desa dan institusi pemerintahan.
Untuk mendukung langkah itu, Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memperkuat gerakan literasi dan pengembangan perpustakaan daerah. Kegiatan yang dipimpin Asisten I Setda Lembata, Irenius Suciadi, ini berlangsung di ruang rapat Bupati Lembata, Rabu (8/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Suhartin Bungalaleng, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Yos Raya, Kabag Organisasi dan Tata Laksana (Orta) Paul Sinakai Saban, serta jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata selaku leading sector kegiatan.
Dalam forum tersebut, berbagai strategi penguatan literasi dibahas secara komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas guru, penyediaan sarana prasarana, hingga penguatan budaya baca di sekolah dan masyarakat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Suhartin Bungalaleng menekankan pentingnya pendekatan berjenjang dalam meningkatkan literasi, khususnya bagi siswa kelas awal hingga kelas tinggi di sekolah dasar. Ia menjelaskan bahwa program yang dirancang mencakup pelatihan sumber daya guru, penguatan metode pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, serta pengalokasian anggaran minimal 10 persen dari dana BOS untuk pengadaan buku.
“Fokus kita adalah memastikan anak-anak terbiasa membaca dan memahami materi sejak dini. Karena itu, selain buku teks, kita juga dorong pengembangan bahan bacaan lain yang relevan dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci keberhasilan program literasi. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah penguatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai ruang belajar alternatif di luar sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Ola Bahi, mengungkapkan bahwa indeks pembangunan literasi masyarakat di Lembata menunjukkan tren peningkatan, meski masih membutuhkan dukungan lintas sektor.
Menurutnya, berbagai inovasi telah dilakukan, seperti distribusi buku ke sekolah-sekolah, program rotasi buku setiap bulan, serta penguatan layanan perpustakaan berbasis kebutuhan pembelajaran.
“Kami sudah menitipkan ratusan buku di sekolah-sekolah untuk mendorong budaya membaca. Namun tantangannya masih besar, terutama pada pengelolaan perpustakaan dan keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyiapan tenaga pengelola perpustakaan yang kompeten, mengingat selama ini pengelolaan perpustakaan di sekolah masih bersifat tambahan tugas bagi guru.
Di sisi lain, Kepala Dinas PMD Yos Raya mengungkapkan bahwa dari 144 desa di Kabupaten Lembata, baru 27 desa yang aktif memiliki dan mengelola perpustakaan desa. Meski demikian, terdapat capaian membanggakan, salah satunya Desa Kalikur yang berhasil mengharumkan nama Lembata di tingkat Provinsi NTT dalam lomba perpustakaan desa.
“Kami terus mendorong desa-desa untuk mengaktifkan perpustakaan, namun tantangannya adalah regulasi, minat baca masyarakat, serta pengaruh teknologi digital yang semakin dominan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan regulasi dan pendampingan berkelanjutan dari tingkat kabupaten hingga desa menjadi kunci agar program literasi dapat berjalan efektif.
Rapat koordinasi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya peningkatan sinergi antar perangkat daerah, penguatan program literasi berbasis sekolah dan desa, serta optimalisasi peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap gerakan literasi dapat semakin masif dan berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Pewarta: Floni Making
Editor: redaksi
