Potret Buruk Drainase Sampai Mengeluarkan Bau Busuk, Plt PUPR Tak Respon Saat di Konfirmasi
SAMPANG , wartapers.com - Potret buruk saluran air ( drainese) di jalan Rajawali I RT 03 RW I kelurahan Karang Dalam kini menjadi bancakan dan dikeluhkan warga setempat, Jumat,24/04/2026.
Tak hanya warga setempat yang mengeluh, pengguna jalan raya disekitar lokasi juga merasakan hal serupa. Pasalnya, drainase yang berada disekitar lokasi dalam kondisi tidak berfungsi sehingga berkonsekuensi banjir saat hujan , lebih parahnya sekitar lokasi mengeluarkan aroma tidak sedap.
Buruknya sistem drainase ini kini menjadi atensi keras bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang yang dengan sengaja mengabaikan situasi tersebut. Melihat kondisi air yang keruh, kotor dan bau tidak sedap, warga setempat menilai , pemerintah daerah harus melakukan evaluasi secara internal karena dianggap mereka tidak becus dan tidak menggubris atas potret dilapangan terkait tersebut.
Implikasi dari penyumbatan saluran air tersebut, dilokasi itu kerap menjadi sasaran banjir dan genangan air disaat musim hujan . Hal ini cukup krusial dan menjadi atensi pemerintah Kabupaten Sampang terutama Dinas PUPR.
“Setiap hujan deras, air cepat meluap karena saluran tidak lancar. Ini sudah sering terjadi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada akses mobilitas lingkungan. Dalam beberapa kejadian, warga mengaku kesulitan beraktivitas normal akibat jalan yang tergenang air.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang, Siti Muatifah, telah dihubungi oleh media ini melalui pesan WhatsApp untuk dimintai klarifikasi terkait itu, namun media ini menemui jalan buntu alias bungkam.
Namun hingga berita ini disusun oleh redaksi , Plt PUPR Siti Mualifah tidak memberikan klarifikasi secara resmi dalam mengatasi guna memecahkan spekulasi yang saat ini berhulir ditengah publik terkait penyumbatan pada saluran air ( drainese) diwilayah Kabupaten Sampang.
Situ Mualifah memilih bungkam tanpa memberikan solusi jelas terkait apa yang menjadi persoalan ditengah masyarakat, apalagi kondisi sudah terlalu lama dibaikan , tanpa adanya langkah tegas dilakukan reparasi sistem drainase.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase di wilayah tersebut.
Sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur dan drainase, Dinas PUPR diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka serta rencana penanganan yang terukur agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
Media ini akan terus berupaya meminta keterangan resmi dari pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.
Redaksi
